Saat Sidak ke Samsat, Gubsu ingin pelayanan Samsat dimulai pukul 07.30 WIB, atau satu jam lebih cepat dari waktu pelayanan saat sebelumnya.

Medan-Intainews.com:“Hanya sedikit yang tidak hadir, hanya 2 %, dan yang hadir 98 %. Yang melanggar ketentuan ini kita akan tindak, tetapi tentunya kita lihat kenapa dia tidak hadir. Untuk sanksinya itu pemotongan tunjungan TPP hingga hukuman disiplin.”

Hal itu dikatakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi saat mengadakan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut di Jalan Putri Hijau Nomor 6, Medan, Senin 10 Juni 2019.

Saat sidak ke Disperindag Sumut, Edy Rahmayadi juga menanyai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kepada para pegawai. Namun Edy menyesalkan, karena beberapa dari mereka tidak menyimpan (tidak tau) dan hapal tupoksinya masing-masing.

Di samping itu, saat Sidak ke Samsat, Gubsu (foto) ingin pelayanan Samsat dimulai pukul 07.30 WIB, atau satu jam lebih cepat dari waktu pelayanan saat sebelumnya. Gubernur tiba di Samsat Medan Utara sekitar pukul 07.45 WIB, menemukan meja pelayanan masih kosong, karena Samsat Medan Utara mulai melayani pada pukul 08.30 WIB.

“Mereka ini start-nya jam 08.30 WIB, kita minta start jam 07.30 WIB, karena masyarakat ini tentu perlu cepat. Mereka sudah menunggu tadi waktu saya datang. Kalau lebih cepat, mereka bisa lakukan kegiatan lain. Ini masyarakat yang baik, mereka ke sini mau bayar, mau memenuhi kewajibannya,” ujar Edy Rahmayadi.

Usai sidak ke Samsat, Edy Rahmayadi yang didampingi Plt Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Mhd Fitriyus dan Kepala Dinas Pendidikan Arsyad Lubis langsung menuju Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut di Jalan Putri Hijau Nomor 6, Medan.

“Perlu banyak pembenahan, perlu kita evaluasi organisasi ini agar efektif dan efisien. Disperindag ini perlu bekerja bagus karena ini sangat penting,” tegasnya, kepada Kepala Dinas Disperindag Sumut Zonny Waldi. *Inc-03