Medan-Intainews.com:Revolusi mental untuk pelayanan publik merupakan bagian dari Program Gerakan Indonesia Melayani. Pada program ini difokuskan untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) ASN, peningkatan penegakan disiplin aparatur pemerintah dan penegak hukum, penyempurnaan standar pelayanan dan sistem pelayanan yang inovatif (foto).

Demikian dikatakan Walikota Medan T Dzulmi Eldin yang diwakili Kepala BKD dan SDM Kota Medan Muslim Harahap ketika membuka Pelatihan Revolusi Mental untuk Pelayanan Publik Lingkungan Pemerintah Kota Medan Tahun 2019 di Le Polonia Hotel, Senin 11 Maret 2-19.

Pelatihan untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam melakukan perubahan cepat dan tepat sasaran, agar terwujud ASN yang mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Pelatihan ini berlangsung 11 Maret sampai 15 Maret 2019 diikuti 60 peserta.

Selanjutnya Kepala BKD dan SDM Kota Medan mengungkaupakn, sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah seharusnya memiliki cara pandang, cara berfikir dan cara kerja untuk melayani masyarakat, terkhusus yang bertugas di OPD pelayanan publik.

“Seorang aparatur harus memiliki cara pandang dan cara berfikir yang berorientasi melayani. Terutama pada OPD yang berhadapan langsung dengan pelayanan publik. Sudah saatnya kita berubah mengingat masyarakat kini sudah dapat mengakses informasi dengan sangat mudah mengenai pekerjaan yang kita laksanakan,” ujarnya

Lebih lanjut Muslim juga mengatakan sebagai contoh revolusi mental yang ada di saat ini adalah para ASN haruslah menjalankan kewajibannya dengan mengikuti apel setiap paginya. Karena dari jumlah 700-an ASN di lingkungan Pemko Medan, hanya 200-an ASN yang mengikuti apel setiap paginya.

“Wali Kota Medan mengamanatkan kepada BKDPSDM untuk mengambil langkah-langkah, nantinya para ASN yang tidak mengikuti apel, nama mereka akan kita tempel di dinding informasi biar semua orang tahu siapa saja ASN malas dan tak pernah sekalipun mengikuti apel pagi. Kalau perlu kita panggil media dan diberitakan,’’ tegas Muslim.

Tindakan tegas itu bilang Muslim, dilakukan dalam upaya untuk memberikan efek jera sehingga ASN yang selama ini malas dapat mengikuti apel setiap paginya. Muslim berharap kepada seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) segera mengingatkan bawahannya agar mengikuti apel setiap pagi. *Inc-03