Kapoldasu Agus Andrianto saat peluncuran buku

Medan-Intainews.com:Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara (Sumut) mendukung sikap tegas Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH memberantas penyebar berita bohong atau hoaks dan ujaran kebencian melalui media internet.

“Mari kita dukung langkah-langkah Pak Kapoldasu dan Kepolisian RI secara umum untuk memberantas siapa pun orangnya, kelompok, golongan, perorangan yang punya iktikad memecah belah masyarakat dengan menyebarkan berita-berita yang sifatnya fitnah,” ujar Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung, Senin 4 Maret 2019 di Medan.

SMSI Sumut juga mengapresiasi langkah kepolisian yang cepat dan tanggap, apalagi terkait komitmen Kapolri membentuk satgas untuk menangkal hoaks di media sosial. Zulfikar Ketua SMSI menilai pemberantasan penyebaran berita bohong penting agar tidak memecah belah masyarakat. “Ini harus ditindak. Ada hukumnya, ada aturannya. Media sosial harus dimanfaatkan untuk berkomunikasi, saling menyampaikan info yang benar,” tuturnya.

Dia mempersilakan pengguna media sosial untuk mengkritik agar terjadi perubahan yang lebih baik, tetapi tidak menghujat, menghina serta memfitnah. Untuk pembuat berita yang tidak benar, apalagi menghasut rasa persatuan dan kesatuan bangsa, pihaknya menegaskan berkomitmen bersama Polri dalam memberantasnya.

Dengan sikap tegas ini lanjutnya Kapoldasu mampu memposisikan diri sesuai fungsinya, mengayomi dan sebagai pemegang amanah dalam pelayan penegakan hukum di masyarakat demi terciptanya kondisi yang kondusif di wilayah kerjanya.

“Saya mengimbau agar mencari informasi yang resmi dan hindari informasi hoaks atau palsu. Serta menggunakan hak politik dalam memilih secara dewasa,” ujar Zulfikar yang juga Redaktur Senior Harian Mimbar Umum Medan.

Hoak lanjutnya paling banyak disebarkan melalui artikel dari sumber-sumber yang tidak terpercaya dan abal-abal, yaitu dari media yang tidak taat pada etika jurnalistik serta media sosial.

Media tersebut dapat berupa blog hyperpartisan, atau dari media online yang khusus dibuat untuk memproduksi Hoaks, SARA, dan ujaran kebencian terhadap satu kelompok tertentu. Artikel dan video dari media online tersebut sengaja didistribusikan melalui media sosial, hingga kemudian tampil di newsfeed media sosial. *rel