Medan-Intainews.com:Puluhan warga Jalan Gelas Gang Belanga melakukan unjuk rasa ke kantor Walikota Medan (foto), Kamis 24 Januari 2019. Kedatangan warga jalan Gelas Kelurahan Sei Putih Tengah Kecamatan Medan Petisah Medan, menolak pembangunan Apartemen De’Glass Residence.

Menurut pengunjuk rasa, setelah ada pembangunan tersebut rumah warga di sekitar itu tembok dan dindingnya retak-retak. Selain setiap hari kondisinya bising (berisik) akibat kegiatan pemasangan paku bumi pembangunan apertemen.

Masyarakat sangat tidak terima dengan kondisi itu lalu melakukan aksi. Ketika yang diharapkan mereka Pak Wali datang, ternyata tidak ada. Salah seorang warga Jalan Gelas, Elis berteriak-teriak histeris mengatakan, kalian pikir kita kemari main-main sehingga kalian diam saja.

“Kami minta perlindungan pada bapak Walikota sebab kami warga kota Medan, akibat ada pembangunan apartemen De’Glass di Jalan Gelas, kami tidak bisa istirahat karena getaran dan berisik. Anak-anak kami tidak bisa tidur dengan nyaman, dan tembok rumah retak-retak,” ungkap Eli.

Selanjutnya Erfin Silitonga mengatakan, kami bukan jemuran, di panasan terus berdiri menunggu kehadiran Walikota. “Kami wargamu yang sedang mengalami persoalan akibat pembangunan,” katanya. Dalam aksi itu warga menuntut agar Walikota Medan mencabut serta membatalkan perizinan SIMB No.0719/0717/1010/2.5/1105/09/2018, tanggal 20 September 2018, sekaligus menghentikan proses pembangunan apertemen sampai ada kesepakatan warga.

Menurut kordinator lapangan (Korlap) M Zainuddin, apabila suara warga Jalan Gelas tidak ditanggapi mereka akan meminta DPRD Kota Medan mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kali ini hak warga telah diabaikan dan dikangkangi oleh pengembang yang melakukan kegiatan pembangunan apertenen De’Glass Residence di Jalan Gelas sejak Oktober 2018.

Sebelumnya 20 Januari 2019 warga jalan Gelas Gang Belanga bersama DPW LKLH Sumut melakukan pembahasan dampak yang dialami warga serta upaya-upaya langkah warga untuk melakukan sikap terhadap pembangunan tersebut.

Selanjutnya Zainuddin menyebutkan rekanan pengembang bangunan tersebut telah berbohong kepada warga dalam pertemuannya di Kantor Lurah Sei Putih Tengah 30 November 2017.”Sistem pekerjaan paku bumi akan menggunakan alat sistem bor, tapi nyatanya mengunakan Jack In Pile yang menimbulkan keributan,”ungkapnya. Perlu diketahui, warga tidak pernah menandatangani dokumen persetujuan pembangunan apertemen De Glass Residence. *Inc-03