Dr Muhammad Isa Indrawan SE, MM

Medan-Intainews.com:Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) ke depan lebih fokus meningkatkan profesionalitas dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan begitu, Unpab diharapkan dapat mensejajarkan diri dengan beberapa universitas kelas dunia baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri.

“Hal tersebut agar Unpab mampu bersaing dalam era revolusi industri 4.0,” kata Rektor Unpab Dr Muhammad Isa Indrawan SE, MM pada acara wisuda ke-61 Unpab di Gedung Selecta, Jalan Listrik Medan, Sabtu 29 Desember 2018. Wisuda 581 lulusan Unpab ini mengusung tema ”Bersama Profesionalisme Tri Dharma dalam Bingkai Tamadun Mandiri, Unpab Siap Menuju Era Revolusi Industri 4.0”.

Hadir dalam acara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) Prof Dian Armanto, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr Bahdin Nur Tanjung SE MM, Kopertais Wilayah IX, Rektor I – III, para dekan, kepala program studi (prodi) di lingkungan Unpab, pejabat daerah Sumut dan keluarga wisudawan.

Di antaranya, sebut Isa, Unpab akan meningkatkan profesionalitas dosen. “Profesionalitas dosen itu merupakan salah satu tolok ukur dalam sistem penjaminan mutu akademik. Profesionalisme harus menjadi nilai kultural yang dimiliki dosen untuk selalu menampilkan karya terbaik,” jelasnya.

Sementara Profesor H Kadirun Yahya, Hj Yasmin Siti Khadijah dalam sambutannya mengatakan, pendidikan tanpa keimanan akan membuat kehidupan menjadi kering dan gersang. Oleh karena itu, upaya baik yang telah dilakukan Unpab dalam membangun nilai-nilai kepada seluruh civitas akademiknya adalah dengan menjadikan 7 Nilai Dasar Yayasan sebagai budaya di seluruh aktivitas, baik akademik maupun nonakademik.

Tujuh nilai dasar yayasan tersebut, kata Yasmin, pertama melaksanakan ketentuan syariah. Kedua, bersyukur, bersuka cita dan tidak mengeluh. Ketiga, optimis dan tidak mengatakan “tidak mungkin”, “tidak bisa” dan “tidak mau”.

Keempat, mengedepankan kerendehan hati, apa adanya, tidak “jaim” dan tidak meremehkan orang lain. Kelima, berpikir positif, berprasangka baik dan tidak bergunjing. Keenam, berempati dan memberikan solusi, bukan mencela atau mengkritik. Dan ketujuh, patuh kepada pemimpin dan menaati peraturan. *Inc 11