Ruko tanma IMB di Sunggal Medan dibongkar

Medan-Intainews.com:Seribuan warga Jalan Pasar V Lingkungan XII, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal sangat mengapresiasi Pemko Medan membongkar 11 unit bangunan rumah toko (ruko) berlantai tiga di wilayah tersebut.

Pasalnya, warga selama ini tak berdaya menghadapi pemilik ruko yang dinilai arogan dan tidak mempedulikan kondisi lingkungan ketika membangun ruko tersebut.

Selain menutup parit dan mengubahnya menjadi septitank untuk buangan limbah tinja kesebelas ruko yang pembangunannya hampir rampung itu, warga juga menuding pemilik ruko telah mengambil badan jalan untuk dijadikan parit baru menggantikan parit yang telah berubah fungsi menjadi septitank .

Akibatnta warga sekitar harus menanggung dampaknya. Di samping rumah dan kawasan tempat tinggal mereka menjadi langganan banjir karena tak ada lagi parit ysaat menampung debit air hujan. Jalan juga mengalami penyempitan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Warga langsung bersorak kegirangan ketika pembongkaran ruko dilakukan
Pemko Medan, Kamis 1 November 2018, dengan menurunkan tim gabungan dipimpin Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan membongkar 11 unit bangunan ruko bermasalah itu.

Selain itu diketahui, 11 unit bangunan ruko itu ternyata tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Lantaran kondisi bangunan sudah dalam tahap finishing akhir, satu unit alat berat backhoe loader milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan diturunkan guna mempermudah dan mempercepat pembongkaran.

“Kami berterima kasih karena Walikota akhirnya menindaklanjuti keluhan kami,” kata salah seorang pria tua berdarah Tionghoa. Diungkapkan pria bercelana pendek mengenakan kaos hijau itu, selama ini 1.000 KK atau sekitar 4.000 jiwa di kawasan itu memprotes keras pembangunan 11 unit ruko.

“Awalnya pembangunan sempat dihentikan 4 tahun silam karena warga demo, tapi pemilik kemudian membangun setahap demi setahap sehingga hampir rampung seperti saat ini,” ungkapnya.

Setelah dinding samping, pintu lipat besi beserta kusen dan jendela hancur sleuruhnya, Sofyan memerintahkan operator backhoe loader menghentikan pembongkaran. Dia minta kepada warga agar segera melaporkan kepada kepala lingkungan, lurah atau camat jika melihat pemilik ruko kembali melanjutkan pembangunan. Terutama memperbaiki yang telah dihancurkan. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman tidak akan memberikan SIMB untuk 11 ruko ini.