Gunungsitoli-Intainews.com:Sebanyak 143 orang dari 146 orang peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara tidak lolos passing grade atau nilai ambang batas yang ditentukan Kemenpan-Rb.

Peserta SKD yang tidak lolos diminta tidak berkecil hati dan menunggu pengumuman resmi dari panitia seleksi nasional. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gunungsitoli Peniel Harefa (foto) di kantor Walikota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Selasa 30 Oktober 2018.

“Kemarin saat SKD langsung terlihat di layar monitor hanya tiga pelamar yang lolos passing grade atau mencapai nilai ambang batas,” ungkapnya. Sebagian besar pelamar yang mengikuti SKD tidak lulus pada tes kemampuan kepribadian.
Ketiga pelamar yang lulus satu jurusan pengawas jalan dan jembatan, satu lagi jurusan dokter ahli pratama dan satu jurusan pranata laboratorium kesehatan trampil.

Namun, untuk memenuhi kuota kebutuhan dokter di Kota Gunungsitoli, Pemko Gunungsitoli akan berkonsultasi ke Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena yang lulus untuk dokter hanya satu, sedangkan dibutuhkan membantu enam puskesmas di Kota Gunungsitoli 17 orang tenaga dokter.

Maka menurut dia dianggap perlu untuk berkonsultasi kepada BKN dan Kemenpan-Rb agar kuota coba yang dibutuhkan Pemko Gunungsitoli sebanyak 58 orang bisa dipenuhi. Peniel juga memberitahu, pelamar di Kota Gunungsitoli sebanyak 148 orang, tetapi yang mengikuti SKD kemarin hanya 146 orang pelamar. *Inc-12