Gunungsitoli-Intainews.com:Salah satu club sepakbola di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara protes (foto) karena didiskualifikasi panitia turnamen Walikota Cup. Protes disampaikan Manager Pormal STMK FC Rizal Jambak pada konfrensi pers dengan media di sekretariat jalan Kelapa, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rabu 26 September 2018.

Dari Rizal diketahui jika ST Pormal STMK FC didiskualifikasi karena salah satu pemain menggunakan kostum pemain yang telah didiskualifikasi sebelumnya akibat masalah identitas.

Karena didiskualifikasi, Pormal STMK FC tidak bisa mengikuti turnamen yang sedang berlangsung, dan selama dua kali berturut-turut tidak bisa mengikuti turnamen Walikota Cup. “Kita tidak terima putusan panitia karena tidak sesuai dengan peraturan PSSI dan sanksi yang diberikan terlalu berat padahal yang kita langgar hanya masalah adminitrasi”, tegasnya.

Ketua tim Pormal STMK FC Bahmansyah Sipahutar di tempat yang sama mengatakan tidak tinggal diam atas perlakuan panitia Walikota Cup. Pengurus Pormal STMK FC akan terus memcari keadilan dan meminta panitia mengembalikan hak-hak Pormal STMK FC seperti uang pendaftaran dan uang jaminan club yang telah diserahkan kepada panitia.

Sesuai penuturan Bajmansyah, terungkap jika sanksi yang diberikan panitia karena protes dari salah satu club. Dimana Tomosa FC protes kepada panitia karena salah satu pemain Pormal STMK FC memakai kostum nomor dua, yang kostum tersebut sebelumnya dipakai pemain Pormal STMK FC yang telah didiskualifikasi.

Namun penggunaan kostum tersebut menurut Bahmansyah sudah melalui prosedur pergantian pemain dan sesuai izin dari wasit cadangan. “Kita heran, hanya karena protes Tomosa FC, club kita langsung didiskualifikasi,” sesalnya.

Akibat putusan tersebut, Pormal STMK FC merasa dirugikan dan akan mengejar terus kasus tersebut. Sementara Ketua panitia Walikota Cup Kaduhu Telaumbanua yang dihubungi pada hari yang sama membantah jika panitia mendiskualifikasi Pormal STMK FC.

“Yang kita lakukan hanya pemberian sanksi, bahkan Pormal STMK FC kita tetapkan sebagai juara IV pada turnamen Walikota Cup,” jelasnya. Dari Ketua panitia diketahui, sanksi diberikan karena Pormal STMK FC melakukan pelanggaran peraturan yang telah disepakati sebelumnya.

Peraturan yang dilanggar adalah setiap tim tidak boleh menggunakan pemain yang bukan warga Kota Gunungsitoli lebih dari tiga orang. Namun Pormal STMK FC menggunakan empat pemain yang bukan warga Kota Gunungsitoli, dan melakukan pemalsuan identitas. Soal uang pendaftaran dan jaminan, dia berharap ketua tim Pormal STMK FC datang ke sekretariat panitia untuk mengambilnya. *Inc-12