Kadis Deperindagkop dan UMKM

Gunungsitoli-Intainews.com:Dalam waktu dekat, sebanyak 4.500 ton semen akan masuk dari Padang, Sumatera Barat ke Pulau Nias, Sumatera Utara.
Kelangkaan semen yang terjadi di Pulau Nias dalam beberapa hari ini dipastikan akan berakhir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Abdul Majid Chaniago ketika ditemui di kantornya, Jumat 14 September 2018. Menurut Abdul Majid, hari ini salah satu kapal asal Nias sedang proses pemuatan semen sebanyak 1.100 ton di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat.

“Ada tiga kapal pengangkut semen dari Nias yang antri di sana, dan satu kapal yang lagi dimuat semen kemungkinan sampai di Nias tanggal 17 September 2018,” terangnya. Kapal yang dua lagai akan dimuat 1.100 ton dan 2.300 ton semen setelah kapal pertama berangkat.

Dia memastikan minggu depan semen yang masuk di Pulau Nias sebanyak 4.500 zak, dan memastikan pula kelangkaan semen di pulau nias teratasi. “Saya sudah menghubungi langsung direktur pabrik semen padang meminta agar pemuatan semen untuk kapal asal Nias diprioritaskan,” ungkapnya.

Dari Abdul Majid diketahui, masuknya semen di Pulau Nias menggunakan kapal milik swasta dan tol laut. Tetapi kapal tol laut hanya masuk melalui pelabuhan Gunungsitoli sekali dalam sembilan belas hari.

Semen masuk pelabuhan. Foto istimewa

Karena kapal tol laut menempuh rute dari Padang – Nias – Mentawai – Enggano – Bengkulu dan sebaliknya. Daya angkut kapal tol laut terbatas, dan hanya bisa mengangkut semen sebanyak 600 ton.

Wali Kota Gunungsitoli Ir Lakhimizaro Zebua yang ditemui sebelumnya usai mengikuti rapat paripurna juga mengungkapkan jika Pemerintah Kota Gunungsitoli sudah melakukan langkah-langkah mengatasi kelangkaan semen.

“Kita sudah mengimbau pengusaha agar segera memasukkan semen di Pulau Nias, supaya tidak langka,” Kata Walikota Gunungsitoli. Mengenai harapan pengusaha agar Pemko Gunungsitoli membeli kapal sendiri, dia mengaku belum bisa dipenuhi akibat minimnya anggaran.

“Pembelian kapal akan menjadi agenda kita ke depan, tetapi saat ini kita fokus pada yang prioritas dulu, dan jika keuangan kita sudah bagus pasti kita akan membeli kapal,” ujarnya. * In-12