Medan-Intainews.com:Anggota DPRK Kabupaten Aceh Utara memuji upaya Pemko Medan dalam menekan tingkat kematian ibu dan bayi di Kota Medan. Hal itu disebutkan saat Pemko Medan menerima kunjungan kerja (kunker) anggota DPRK di Kantor Walikota Medan, Senin 3 September 2018.

Rombongan anggota DPRK Kabupaten Aceh Utara yang dipimpin Syamsudin JS (foto) diterima Walikota Medan, Drs HT Dzulmi Eldin S,M.Si diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ir Qamarul Fattah,M.Si.

Syamsudin J.S menyebutkan kunker ini untuk melihat penerapan pelayanan kesehatan di Kota Medan khususnya terhadap ibu dan bayi. “Kami ingin mempelajari Perda dan sasaran yang sudah tercapai terkait dengan kesehatan ibu dan anak ini, serta melihat seberapa tinggi tingkat risiko kematian terhadap ibu dan bayi,” kata Syamsudin.

Menanggapi halitu, Qamarul Fattah menjelaskan untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi, Pemko Medan memiliki Perda No 6 tahun 2009 tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi dan anak balita.

Perda ini juga didukung dengan Perwal No 48 tahun 2018 tentang petunjuk teknis jaminan persalinan dana alokasi khusus non fisik bidang kesehatan.
“Peraturan ini dibuat untuk menekan tingkat kematian ibu pada saat melahirkan dan pasca melahirkan serta kematian terhadap bayi yang baru dilahirkan,” jelas Qamarul.

Dari data yang ada, Qamarul menyebutkan bahwa ditahun 2017 kematian ibu sebanyak 3 orang dan kematian bayi sebanyak 20 orang. Sementara itu untuk tahun 2018 hingga bulan September ini belum ditemukan kasus kematian ibu ataupun bayi. *Inc-03