Wakil Walikota Medan (tengah) saat memimpin penertiban

Medan-Intainews.com:Menindaklanjuti instruksi Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin, S MSi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menertibkan 54 terminal atau pool liar di Kota Medan Senin 3 September 2018.

Sjumlah 54 terminal liar yang ditutup di sepanjang Jalan Sisingamangaraja. Selain melakukan penutupan, para pengusaha angkutan diminta menandatangani surat pernyataan yang isinya menyatakan mereka tidak akan mengoperasikan kembali terminal liar tersebut.

Sebelum dilakukan penertiban, Dishub melakukan sosialisasi UU LLAJ No. 22/2009. Dalam sosialisasi tersebut, Dishub minta kepada pengusaha angkutan untuk tidak mengoperasikan terminal liar. Seluruh angkutan baik Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) diharuskan menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Terpadu Amplas (TTA).

Penertiban terminal liar melibatkan unsur Poldasu, Brimob, Satlantas Polrestabes Medan, Satpol PP dan Satlinmas Kota Medan, Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Camat Medan Amplas, lurah dan kepling se Kecamatan Medan Amplas, berjumlah 500 personel.

“Penertiban yang kita lakukan ini menindaklanjuti instruksi Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Beliau ingin seluruh terminal liar ditertibkan karena menjadi salah satu pemicu terjadinya kemacetan di Kota Medan. Dari penertiban yang kita lakukan hari ini, sebanyak 54 terminal liar telah kita tertibkan,” kata Kadis Perhubungan Renward Parapat.

Wakil Walikota (no.2 dari kanan) berbincang di depan lubang menganga

Usai melakukan penertiban, jelas Renward, pihaknya akan melakukan pengawasan untuk memastikan terminal liar yang sudah ditutup tidak beropertasi kembali. “Apabila dalam pengawasan ternyata mereka beroperasi kembali, maka kita tindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan berlaku,” tegasnya.

Selain penertiban terminal liar di sepanjang Jalan Sisingamangaraja, satu tim lagi melakukan penertiban di TTA. Penertiban fokus terhadap pedagang makanan dan minuman yang berjualan din badan jalan (PK5) sehingga menyebabkan kesemrawutan dan mengganggu kelancaran arus keluar masuk angkutan dalam terminal.

Penertiban di TTA, selain disaksikan Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi juga dihadiri Kapoldasu Brigjen Pol Agus Andrianto. Tim membongkar seluruh lapak-lapak pedagang makanan dan minuman di badan jalan. *Inc-03