Bupati Sergai, Soekirman [tengah] berfoto bersama para wartawan peserta pelatihan jurnalistik

Sergai-Intainews.com:Pelatihan jurnalistik di Kabupaten Serdangbedagai [Sergai], Sumatera Utara [Sumut], berlangsung objek wisata Woong Rame Kecamatan Pantai Cermin, diikuti seratusan jurnalis yang tergabung sebagai mitra Pemkab Sergai dari berbagai platform media, baik cetak, elektronik maupun wartawan media online, Kamis hingga Jumat 8 November 2019.

Pada pelatihan dengan tema ‘Hoax Busting dan Digital Hygiene: Jurnalisme Aman Data dan Fakta di Era Digitalisasi Informasi’, sebagai narasumber Syahrul Komara dan Ketua Media Siber Indonesia [AMSI] yang pernah menjadi Ketua Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Medan, Agoez Perdana.

Bupati Sergai H Soekirman saat membuka pelatihan jurnalistik menyebutkan, pelatihan jurnalistik ini bukan hanya sekadar peningkatan kualitas keilmuan jurnalis.

Menurutnya, pelatihan memiliki arti tersendiri bagi jalinan silaturahmi. “Kalau soal ilmu, tentu rekan-rekan wartawan sudah sangat ahli dan terlatih. Namun silaturahminya itu harus dicatat. Memang kita setiap hari bertemu di lapangan, namun berkumpul di sini, berinteraksi di sini, melakukan banyak hal bersama, tentu terasa beda,” ujarnya.

Kedekatan semacam ini, tambah Bupati, nilainya penting bagi kesolidan seluruh pihak dalam membangun Sergai yang lebih baik dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing.

Soekirman kemudian meminta waktu hening sejenak mendoakan rekan-rekan wartawan yang dalam kondisi sakit dan yang sudah meninggal dunia. Selanjutnya saat Bupati Soekirman menjadi narasumber, dia menyinggung perihal perkembangan dunia digital yang begitu pesat dan dampaknya sangat mengejutkan.

Tentu banyak dampak positif yang bisa kita dapat dari perubahan-perubahan cepat yang terjadi dalam perkembangan era digital saat ini, terutama dari segi ekonomi. Namun, di saat yang sama kewaspadaan juga ikut meningkat karena efek samping yang membahayakan ikut muncul.

Distribusi masif hoaks atau informasi menyesatkan adalah salah satu sisi gelap dari kemajuan teknologi. Untuk itu ia menyadari jika edukasi, pemahaman dan budaya literasilah yang dapat dijadikan penangkal dari berkembangnya cacat informasi di masyarakat.

“Di sinilah jurnalis [wartawan] akan berperan besar. Oleh karenanya jurnalis, dengan dipandu etika jurnalistik dan profesionalisme, sebagai ujung tombak produksi informasi akan sangat berperan vital dalam membentengi publik dari gempuran hoaks.

Channel “Sergai on Camera”

Pada saat yang sama, Kadis Kominfo Kabupaten Sergai, H Akmal mengatakan, pelatihan jurnalistik memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh peserta tentang wawasan dan pengetahuan di bidang jurnalistik.

Juga memberikan pemahaman kepada wartawan yang bermitra dengan Pemkab Sergai agar menyampaikan informasi akurat dan sesuai data dan fakta yang sebenarnya.

Lalu pelatihan ini juga diharapkan memberikan pemahaman dan membangkitkan kesadaran terhadap jurnalis betapa pentingnya cross check informasi sebelum disebarluaskan.

Selanjutnya, sama dengan yang disebutkan Bupati Sergai, pelatihan mempererat silaturahmi, kekompakan, dan kebersamaan antara wartawan dengan pemkab Sergai. Dengan pelatihan dan dihadirkannya motivator bertujuan menambah spirit profesionalisme para jurnalis.

Di tengah kegiatan pelatihan SDM jurnalistik, Soekirman me-launching channel “Sergai on Camera” yang merupakan kanal berita video Pemkab Sergai yang menyuguhkan berbagai informasi kegiatan pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan.

Channel ini menjadi inovasi distribusi informasi yang penting karena memadukan konten audio visual yang menarik dan update. Konten channel ini dapat diakses dari laman www.serdangbedagaikab.go.id atau di situs berbagi video Youtube.com. *Inc-14