Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu di Rakor Kepsek

Sesuai aturan Kemendikbud No. 6 Tahun 2018, bagi kepala sekolah yang sudah empat tahun menjabat wajib hukumnya dievaluasi.

Tapsel-Intainews.com:Kunci ataupun penentu kesuksesan pendidikan justru ada pada diri masing-masing tenaga pengajar[guru]. Ketersediaan insfrastruktur sekolah tidak serta merta menjamin kualitas pendidikan membaik. Demikian ungkap Bupati Tapanuli Selatan [Tapsel], Sumatera Utara, H Syahrul M Pasaribu.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi [rakor] dengan Kepala Sekolah [kepsek] SD/SMP, dan pengawas, bertempat di aula Sarasi II kantor bupati, Jalan Prof Lafran Pane, Sipirok, Rabu 9 Oktober 2019. Dalam mengkoordinir tenaga pengajar, ujar Syahrul, kepsek mempunyai peran penting.

Karena itu, sebutnya, sesuai aturan yang tertera pada Kemendikbud No. 6 Tahun 2018, bagi kepala sekolah yang sudah empat tahun menjabat wajib hukumnya dievaluasi.

“Harus ada yang dievaluasi, jangan merasa nyaman. Semua dapat terwujud apabila ada rasa soliditas dan solidaritas. Jadi belum terlambat untuk mereposisi diri masing-masing sekaligus atur ritme kerjanya,” tegas Bupati.

Mutu Pendidikan Makin Meningkat

Apalagi, tambah Syahrul, Pemkab Tapsel sudah memberikan yang terbaik untuk kepala sekolah juga para guru. Kini, giliran para tenaga pengajar tersebut yang memikirkan, hal terbaik apa yang sudah para guru berikan untuk Tapsel.

Kadis Pendidikan Amros Karangmatua menyebutkan, peserta yang mengikuti rakor 414 orang. Jumlah itu terdiri dari 285 orang kepala sekolah SD, 50 orang kepala sekolah SMP, 32 orang pengawas SD dan 12 orang SMP.

Keseluruhan siswa SD berjumlah 37.858 orang dan siswa SMP sebanyak 10.914 orang. Untuk jumlah guru, SD sebanyak 2.246 orang, terdiri dari 1.153 PNS, 93 CPNS, dan 57 honorer daerah. Untuk SMP, 500 orang PNS, 41 orang CPNS, dan 31 orang honorer daerah.

“Mudah-mudahan dengan diadakannya rapat koordinasi ini, ke depan mutu pendidikan akan semakin meningkat pula, selaras dengan visi misi bupati yaitu mewujudkan Tapsel yang sehat, cerdas, dan sejahtera,” tandas Amros. *Inc-16