Ketua ICKI DR Ir Budi D Sinulingga bersama mantan anggota DPRD Medan Jonni Sitepu SE

Medan-Intainews.com:Bursa bakal calon [balon] Walikota Medan mulai ramai diperbincangkan. Disusul muncul nama-nama Balon Pilkada yang digelar tahun 2020. Berikut 10 nama tokoh Karo digadang-gadang, dan diusung yang dianggap layak memimpin Kota Medan.

Antara lain Arya Mahendra Sinulingga, Arjuna Sembiring, Baskami Ginting, Baharuddin Sitepu, Budiman Ginting, Mbelin Brahmana, Rusdi Sinuraya, Robi Barus, Syaad Afifuddin Sembiring, Sidartha Pelawi. Hal itu terungkap pada pertemuan di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada Medan Jumat sore 4 Oktober 2019 sore.

Beberapa tokoh Karo di pertemuan tersebut sepakat dengan 10 nama balon Walikota Medan di Pilkada 2020. Namun, dari pertemuan itu, 10 nama nantinya bisa mengerucut menjadi satu nama yang diputuskan dalam satu kesepakatan bulat ‘Karo Bersatu Untuk Kota Medan’.

Track record, kreadibilitas, loyalitas dari 10 nama ini kita anggap mampu memimpin Kota Medan. Mereka sudah teruji,” kata Ketua Ikatan Cendikiawan Karo Indonesia [ICKI] Budi D Sinulingga.

Satu nama dari 10 balon yang akrab didengar warga kota, khususnya para pedagang tradisional adalah Rusdi Sinuraya. Dia adalah Direktur Utama [Dirut] PD Pasar Kota Medan yang sepak terjangnya membela hak-hak pedagang sudah diketahui banyak orang, mulai dari kelas bawah sampai ke tingkat elit politik, eksekutif dan legislatif.

Melalui Seleksi Ketat

Berbagai program terkait pasar tradisional yang dimoderniasi sudah terealisasi dilaksanakan putra Karo ini dalam memimpin perusahaan daerah milik Pemko Medan. Salah satu keberhasilan Rudi Sinuraya yang dinilai fenomenal terkait program revitalisasi Pasar Timah yang digagas Pemko Medan.

Setelah enam tahun kandas, berkat kelihaiannya malakukan pendekatan secara persuasif, sehingga 320 pedagang rela direlokasi, selanjutnya Pasar Timah kini direvitalisasi, dari pasar tradisional menjadi pasar modern.

Keberhasilan Rusdi Sinuraya tidak sampai di situ dalam waktu dekat menciptakan Pasar Titi Kuning [Tikung] menjadi Pasar Wisata terbersih dan terbaik di Indonesia yang baru saja dilaunching beberapa hari lalu. Rusdi sangat dikenal senantiasa membela pedagang pasar tradisional.

Program Rusdi lewat kegiatan ‘Bersih-bersih Pasar’ dengan tagline ‘Pasar Rumah Pedagang Milik Kita Bersama’ dan berlanjut dengan program ‘Jumat Bersih’ juga mendapat apresiasi banyak pihak. Bagi Rusdi, “Prinsipnya pedagang adalah aset PD Pasar dan sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Jadi harus kita bela. Jika pedagang tersakiti, itu sama saja menyakiti PD Pasar,” tuturnya.

Menurut Budi Sinulingga, 10 nama Balon Walikota/Wakil Walikota Medan diputuskan melalui seleksi ketat yang dilakukan tim dari Tokoh Karo mewakili akademisi, cendikiawan, politisi maupun pengusaha.

“Ini waktunya kita,….”

Bersatunya etnis Karo mengusung nama untuk Pilkada Medan 2020, kata Budi, didasari atas kerinduan Karo tampil memimpin di kampungnya sendiri, Kota Medan, yang nota bene didirikan etnis Karo, Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Budi Sinulingga, yang mantan pejabat Pemko Medan dan Pemprovsu ini menegaskan untuk membangun Kota Medan dibutuhkan sosok pemimpin pekerja keras, rajin dan berani mengambil keputusan.

“Itu semua ada pada etnis Karo. Kriteria itu adalah karakter sesungguhnya dari etnis Karo. Jadi inilah masanya Karo memimpin Kota Medan,” katanya. Senada disampaikan politisi Jonni Sitepu. “Sudah cukup lama kita berdiam diri. Ini waktunya kita menunjukkan jati diri meneruskan kedigdayaan Guru Patimpus membangun Kota Medan. Karo Bersatu untuk Kota Medan,” ujar Jonni Sitepu mantan Anggota DPRD Kota Medan ini. *Inc-03