Hasyim, SE Ketua DPRD Medan. Foto Itimewa

“Guru agama Islam, Almarhum Janibar memberi saya nilai agama Islam yang tinggi. Bahkan nilai saya lebih tinggi dari teman-teman sekelas,” kenangnya.

Medan-Intainews.com:Namanya Huang Kien Lim atau yang sekarang ini dikenal dengan Hasyim, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan yang dipercaya Megawati Soekarno Putri untuk menjadi Ketua DPRD Medan.

Sejak DPRD Medan terbentuk, Hasyim mencatat sejarah seorang etnis Tionghoa pertama memimpin DPRD Medan, adalah dirinya. Demikian dikatakannya kepada wartawan, Minggu 22 September 2019.

Kemudian Hasyim,SE bercerita, setelah tamat dari SMA St Thomas 1, dia bekerja sebagai karyawan pabrik tepung tapioka [ubi-singkong] milik saudaranya di Petangsiantar. Cuma setahun bekerja, ia pun berhenti karena kuliah mengambil jurusan ekonomi manajemen.

Sungguh, Tak terbayangkan oleh dirinya bisa duduk di legislatif, terlebih di era Orde Baru. Sulit bagi etnis Tionghoa bisa jadi anggota dewan. “Tapi semua menjadi mungkin setelah reformasi. Kran demokrasi terbuka luas,” tuturnya.

Jangankan anggota dewan, kini Ketua DPRD Medan pun berada di tangannya, berkat keuletan, kerja keras dan berkeringat. “Selama bekerja di pabrik tepung saya mengumpulkan modal. Lalu berhenti dan memulai berdiri di kaki sendiri [Berdikari],” kenangnya.

Ia membuka usaha menjual perlengkapan rumah tangga dan turun langsung jadi salesman. Selama usaha itu, lelaki kelahiran 2 Agustus 1967 ini sering dibawa-bawa pakciknya [adik ayahnya], Alexander Toreh dengan panggilan Abeng, seorang politisi PDI [belum PDIP].

Megawati Percayakan Hasyim

Selama ikut pakcik, di situlah Hasyim mumulai tertarik dengan politik dan memahaminya, sehingga masuk ke PDI Perjuangan setelah reformasi. Di Pemilu Legislatif 2009, Hasyim mencoba-coba ikut nyaleg, bermodal pengalaman jadi sales, dia memperkenalkan diri door to door ke rumah warga.

Hasilnya luar biasa, sekali nyaleg langsung lolos. Dia didukung 4.000 lebih suara masyarakat dari daerah pemilihan [Dapil] III yang waktu itu Kecamatan Medan Petisah, Medan Barat dan Medan Helvetia.

Pada Muscab DPC PDIP Medan, Henry Jhon Hutagalung terpilih jadi ketua, seketaris Roby Barus dan Hasyim Huang Kien Lim dipercaya menjadi bendahara. Dua tahun menjadi anggota dewan, Hasyim dipecaya menjabat Ketua Fraksi PDIP menggantikan Porman Naibaho.

Pada Pileg 2014, Hasyim pindah ke dapil I meliputi Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai, dan Medan Area. Waktu itu dia meraih suara tertinggi dari 50 anggota DPRD Medan dengan perolehan hampir 13.000 suara.

Kemudian ia pun mencoba ikut maju jadi ketua DPC PDIP Medan pada Konfercab tahun 2015, mayoritas PAC mendukung dan akhirnya Megawati Soekarnoputri mempercayakan Hasyim jadi Ketua PDIP Medan periode 2015-2020.

Mahir Menulis Arab

Tak sampai di situ keberuntungan dan retak tangan menyertai Hasyim, pada pemilu 2019 lolos lagi menjadi anggota DPRD Medan untuk ketiga kalinya dengan perolehan 16.000 lebih suara. Kebijakan DPP PDIP mempercepat Konfercab, Konferda se-Indonesia dan Kongres yang seharusnya tahun 2020 menjadi 2019.

Hasyim kembali dipercaya memimpin DPC PDIP Medan. Tak lama berselang, Ketua Umum DPP PDIP Megawati menurunkan SK, menunjuk Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan.  Hasyim saat masih anak-anak, mengecap pendidikan SD dan SMP di Perguran Islamiyah Jalan Meranti, Kelurahan Skip, Kecamatan Medan Petisah.

Waktu itu, ia mengikuti mata pelajaran agama Islam dan sempat mahir menulis huruf Arab. “Guru agama Islam, Almarhum Janibar begitu memperhatikan saya. Waktu itu saya diberi nilai agama Islam yang tinggi. Bahkan nilai saya lebih tinggi dari teman-teman sekelas yang beragama Islam,” kenangnya.

Hasyim merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dari ayah Huang Cim Siong dan ibu Lie Ik Ing. Dari perkawinannya dengan Lindawati, Hasyim kini dikaruniai 2 anak, Jesslyn Wijaya dan Richard Wijaya. Hasyim belum bercerita, apakah kedua anaknya ada yang mau berpolitik, seperti papanya. *Inc-03