Dirut PD Pasar Medan, Rusdi Sinuraya [tengah], saat berdialog dengan pedagang

“Banyak terjadi pembenahan pasar sesuai motto ‘Pasar Rumah Pedagang Milik Kita Bersama’. Terima kasih Pak,…”

Medan-Intainews.com:Ini Kisah Rusdi Sinuraya berada di Pasar Muara Takus, tidak jauh dari Sun Plaza, pusat Kota Medan, Kamis 5 September 2019. Seperti biasa kehadiran Direktur Utama [Dirut] Perusahaan Daerah [PD] Pasar Kota Medan Rusdi mengecek kebersihan pasar seperti toilet, tempat pembuangan sampah [TPS] dan infrastruktur lainnya.

Tak luput, dia selalu menyempatkan berdialog dengan para pedagang untuk mendapatkan masukan soal pembenahan pasar agar terus meningkat lebih baik. “Saya tetap ingin memastikan seperti apa tindak lanjut pembenahan pasar-pasar tradisional ini, pasca program ‘bersih-bersih pasar’ yang kita canangkan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Bersama Kepala Cabang 2 PD Pasar Kota Medan Jalil Muhammad, kedatangan Rusdi diterima Kepala Pasar Muara Takus T Danial Bustaman beserta jajarannya. Rusdi Sinuraya tak jemu-jemu memberikan masukan ke jajaran Pasar Muara Takus tentang pentingnya membenahi pasar.

“Ini tak terlupakan,…”

“Intinya bagaimana kita menciptakan pasar sebagai tempat transaksi jual beli yang nyaman. Termasuk juga kebersihan pasar yang senantiasa terjaga dan tersedianya sarana dan prasarana pendukung lainnya,” tutur Rudi.

Justeru yang menarik dari kunjungan Rusdi di pasar itu, kehadirannya mendapat sambutan positif dari para pedagang. Apalagi Rusdi menyempatkan diri berdialog dengan mereka mengenai pembenahan-pembenahan pasar. Setiap kedatangan Dirut PD Pasar ini disambut positif.

“Hadirnya pak Dirut [Rusdi Sinuraya] di sini bikin kita senang. Selain bisa bertatap muka langsung, kami bisa berdialog. Kami berterima kasih karena sejak beliau memimpin PD Pasar Medan, banyak terjadi pembenahan pasar sesuai motto yang dicanangkan ‘Pasar Rumah Pedagang Milik Kita Bersama’. Terima kasih Pak,” kata seorang pedagang bawang yang mengaku belasan tahun berjualan di pasar itu.

Ainun, pedagang sayur, juga menyebutkan senada. Keberadaan pedagang tradisional, katanya, sejak PD Pasar Medan dipimpin Rusdi keadaan pasar mulai diperhatikan.
“Kami mengikuti betul bagaimana sepak terjang Pak Rusdi Sinuraya dalam membela pedagang. Sebagai masyarakat kecil, keberadaan kami mulai diperhatikan. Ini tetap tak terlupakan,” tukasnya.

Buah Konsep Rusdi

Di balik cerita kunjungan ke pasar, Rusdi berhasil menambah pendapatan asli daerah [PAD], caranya. Dia menerapkan pembayaran dengan menggunakan kartu bukan lagi karcis kepada para pedagang.

“Setiap pedagang kita kasih kartu untuk pembayaran iuran bukan lagi karcis. Uangnya masuk langsung ke rekening PD Pasar. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kebocoran PAD. Dan ini baru kita terapkan untuk kawasan Pusat Pasar Medan. Menyusul pasar tradisional di Medan lain,” paparnya.

Ternyata, ketika surplus pendapatan pengelolaan pasar yang kabarnya mencapai Rp2,45 miliar, ini adalah buah dari konsep yang matang dari jajaran direksi yang di pimpin Rusdi Sinuraya. Dan Pemko Medan selaku pemilik aset pasar-pasar yang ada di Kota Medan terbantu dalam mengejar target PAD dari perusahaan daerah melalui pasar yang ada di Kota Medan. *Inc-03