Kartu PKH dan kartu Jaminan Sosialnya atas nama Hendi Gusman Warga Gunting Saga Atas.foto/Ist.

Labura-Intainews.com : Eni Sutati warga Lingkungan XII Kelurahan Gunting Saga Atas Kecamatan Kualuh Selatan Labuhan Batu Utara, Pemegang kartu jaminan sosial PKH atas nama Hendi Gusman tidak diberi Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) melapor ke Polsek Kualuh Hulu,Senin ( 4/5/2020).

Eni melapor, karena merasa haknya diabaikan oleh instansi terkait yang memberi bantuan bagi warga yang tercatat sebagai peserta PKH,” buat apa ku pegang kartu PKH ini, sementara kartu ATM nya gak ada sama aku,” kata Eni.

Bukan tangung-tanggung pemerintah memberikan kartu kepada Eni Sutati, mulai dari Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Perlindungan Sosial, Kartu Indonesia Pintar, PKH dan Kartu Sehat Jaminan Pelayanan Gratis.

Warna warni kartu Jaminan Sosial yang di pegang Eni Astuti tidak menjamin dirinya mendapat bantuan, terbukti selama lima Tahun sejak 2014 tercatat sebagai warga yang kurang mampu sampai Tahun ini (2020-red) tidak pernah sama sekali menerima bantuan apapun dari Program Pemerintah Pusat.

Berbagai usaha dilakukan Eni untuk mendapat haknya sebagai peserta keluarga tak mampu, bahkan sudah berulangkali menanyakan kepada Kepala Desa, namum jawaban yang di dapat tidak pasti,”sudah pernah ku tanyak sama pangulu, berulang ulang sampai sudah lima tahun jawabnya menunggu, aku sangat perlu kali sekarang ini,” keluh Eni saat di tanya IPTU T Muzakir di ruang kerjanya.

Melihat kondisi kehidupan Eni sudah pantas menerima bantuan, karena dia sebagai tulang punggung keluarga untuk membiayai hidup sehari hari dan menyekolahkan lima orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah SMA, SMP dan SD.

Sementara suaminya Gusman, tidak bisa berbuat banyak dengan kondisi sekarang,”suami saya dulu perbetor, berapa tahun silam tabrakan tangannya patah dan sekarang sering sakit sakitan, selama ini saya jualan rojer untuk memenuhi kebutuhan,”ujar Eni.

Selain PKH dan BLT bantuan untuk anak sekolah juga tidak diterimanya, sementara katanya, warga yang senasib dengannya setiap satu semester mendapat bantuan melalui rekening siswa,” anak saya yang masih sekolah tidak dapat, kok beda saya sama mereka,”tanya Eni.

Eni berharap kepada pemerintah untuk memberikan haknya sebagaimana warga lainnya, terlebih masa masa sulit yang dilaluinya di tengah badai Corona Virus.Inc-MJS.