Dok

Di tengah pandemi virus corona (COVID-19), manajemen PSMS Medan memutuskan skuat tim “Ayam Kinantan” menginstruksikan pemain berlatih hanya pagi hari selama jeda kompetisi Liga 2.

“Selama jeda kompetisi pemain akan berlatih di pagi hari saja,” kata manajer tim PSMS Medan, Mulyadi Simatupang di Medan, Jumat

Mulyadi Simatupang mengakui banyak suporter Ayam Kinantan yang menyaksikan latihan, terutama pada latihan sore.

“Kalau latihan pagi kan tak ada suporter ke stadion Kebun Bunga menyaksikan latihan PSMS, sehingga pemain bisa terhindar dari kontak dengan suporter,” ujarnya.

Mulyadi berharap kebijakan itu tak lama dan hanya bersifat sementara dan secepatnya ada kebijakan baru dari Pemerintah Pusat dan dan Pemprov Sumut yang memungkinkan PSMS berlatih pagi dan sore.

PSMS Medan juga sudah meminta Pemkot Medan untuk melakukan penyemprotan desinfektan di mes PSMS yang rencananya dilakukan Jumat.

Ditanya kemungkinan berapa lama kompetisi Liga 2 jeda, Mulyadi belum bisa memprediksikan, bahkan tidak menutup kemungkinan jeda kompetisi akibat corona lebih lama.

“Kemungkinan jeda kompetisi Liga 2 bisa lebih lama dari yang diperkirakan,” ujar Mulyadi.

PSSI melalui PT LIB secara resmi melalui surat edaran kepada klub-klub Liga 1 dan Liga 2 menetapkan kompetisi Liga 2 dan Liga 1 dihentikan untuk sementara, atau jeda minimal dua pekan terhitung mulai Senin (16/3).

Pelatih PSMS Medan Philep Hansen Maramis seusai menangani latihan tim Ayam Kinantan mengakui masih banyak masyarakat yang menyaksikan latihan tim besutannya di stadion Kebun Bunga Medan.

Kondisi itu membuat ia gembira sekaligus khawatir, sebab menunjukkan kecintaan suporter yang tinggi, namun sekaligus khawatir pemain melakukan kontak langsung dengan penggemar.

Oleh karena itu, Philep Hansen mendukung penuh keputusan manajer tim yang sementara waktu timnya hanya berlatih pada pagi hari saja. Ia akan menyesuaikan program latihan agar pemain tetap melakukan persiapan dengan maksimal menjelang laga kedua menjamu Semen Padang. Ant – 02