Foto : Ist

Bagi sebagian orang awam, virus yang satu ini masih misterius, apalagi kemunculannya secara tiba-tiba dan langsung memakan korban tanpa kompromi.

Bak kata para pemerhati kesehatan kehadirannya bagai malaikat, yang setiap detik merenggut puluhan bahkan ribuan nyawa langsung putus.

Serangannya tak mengenal tempat dan waktu, seorang nyang sedang asyik berjalan di mana saja tiba-tiba bisa menggelupur tewas, dan katanya lagi virus tersebut sampai kini belum ada obatnya. Serangannya secara cepat mewabah ke suluruh dunia.

Dalam tempo hanya beberapa jam saja sejak diberitakan tentang serangan virus tersebut, popularitasnya terus melejit dan menjadi trending topik dunia.

Dari data diperoleh berdasarkan informasi banyak media masa, sampai saat ini jumlah korban yang tewas akibat virus corona di Cina terus bertambah, setiap hari ada saja yang meninggal. Sampai Senin (3/2/2020), sudah lebih dari 361 orang yang tewas akibat serangan virus tersebut.

Bahkan berdasarkan dari data seperti yang dilansir CNN dan media umumnya, data itu melebihi angka kematian saat terjangkitnya wabah Sindrom Pernafasan Akut atau SARS pada 2002-2003 di Cina.

Berdasarkan keterangan pihak pemerintah CIna menyebutkan, pihak berwenang di Provinsi Hubei yang merupakan daerah pertama munculnya virus corona menyatakan ada 56 kematian baru pada Senin (3/2/2020) ini.

Bahkan kantor berita Channel News Asia. End of ad break in 30 s dalam laporan hariannya, angka-angka dari komisi kesehatan di Hubei, menunjukkan peningkatan tajam dalam infeksi yang dikonfirmasi dengan 2.103 kasus baru.

Jumlah itu menempatkan total secara nasional di Cina infeksi virus corona telah menyerang lebih dari 16.480 orang.Inc-int.