Terlihat tiang pancang yang belum di cor.Inc/Tim.
Balige-Intainews.com : Proyek Kementrian Perhubungan Ditjend Perhubungan Darat Balai Pengelolaan Transportasi Laut Wilayah ll Provinsi Sumatera Utara berada di Balige mangkrak.

Dari keterangan diperoleh, pelasaksana proyek tersebut CV. Ransoe Karya Pertama, beralamat di Jalan Ilyas Lingkungan XlV Nomor : 641 Kelurahan Sei.Mati Medan.

Proyek dengan Nomor Kontrak, PL.107/7/6/PPK/BPTD-ll/Vlll/SP/Balige/2019, waktu pelaksanaan 150 hari kerja dengan masa pelaksanaan berakhir awal Desember 2019 lalu menjadi pertanyaan berbagai elemen masyarakat Kota Balige Kabupaten Toba Samosir.

Pertanyaan itu dilontarkan Br Hutagaol, Rabu 22 Januari 2020 dan menilai proyek tersebut gagal sehingga patut diusut mengapa bisa sampai demikian.

Padahal berdasarkan data yang tertera, tambah Hutagaol, dana yang digelontorkan cukup besar berjumlah Enam Miliaran Rupiah lebih.

“Dimana kendalanya, ini perlu ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” tegas Hutagaol.

Hutagaol juga menyayangkan kinerja dari Pengelolaan Transportasi Laut Wilayah ll Provinsi Sumatera Utara, yang dinilai tidak profesional, sehingga berpotensi merugikan masyarakat khusus yang mengunakan jalur transportasi laut.

“Terkesan ada pembiaran oleh dinas terkait soal proyek tersebut,” tambah Hutagaol.

Menanggapi hal itu, pemerhati masalah pembangunan kontruksi Sumatera Utara Hardiansyah  ST yang dihubungi mengatakan, pekerjaan itu seharusnya sudah selesai, karena uang miliaran rupiah yang digelentorkan tidak kecil, sudah sepantasnya dermaga pelabuhan itu rampung dikerjakan, katanya.Inc-Tim.