“Kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi menanggulangi wabah virus hog cholera babi dan memberikan solusi terhadap wabah yang sudah mematikan 4.682 babi,…”

Sergai-Intainews.com:Saat ini Kabupaten Serdangbedagai [Sergai], Sumatera Utara [Sumut] merupakan salah satu daerah yang terkena dampak virus hog cholera babi cukup serius.

Ditandai dengan sekitar 894 ekor ternak babi mati di sentra-sentra peternakan di Kecamatan Sei Bamban, Dolok Masihul, Sei Rampah dan Tebingtinggi. Demikian dikatakan Sekretaris daerah kabupaten [Sekdakab] H M Faisal Hasrimy sebagaimana dilaporkan Dinas Ketahanan Pangan Sergai.

Sekdakap mengungkap kondisi Sergai terkait virus babi saat rapat koordinasi [Rakor] penanggulangan wabah Hog Cholera babi. Rakor berlangsung di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sei Rampah, Sergai Rabu, 13 November 2019 [foto].

Bupati Sergai Soekirman yang diwakili Sekdakab H M Faisal Hasrimy mengatakan, virus hog cholera yang menyerang ternak babi akhir-akhir ini sudah menjadi masalah serius, seiring dengan bertambahnya jumlah ternak yang mati di Sumut.

Dijelaskannya, masalah bukan hanya pada dampak kematian yang disebabkan virus yang berasal dari Benua Afrika ini, tetapi perilaku tak bertanggungjawab oknum-oknum peternak yang sembarangan membuang bangkai babi di sungai.

Ini bisa menjadi efek buruk tambahan bagi lingkungan dan masyarakat yang tinggal dalam radius aliran sungai. “Dengan diadakannya rapat koordinasi ini, diharapkan agar seluruh lintas sektoral yaitu dari kepolisian, TNI dan ASN bisa bersinergi dalam penanggulangan wabah virus hog cholera babi dan memberikan solusi terhadap munculnya wabah yang sudah mematikan 4.682 ekor babi di Sumut.

Kades Camat, Babi Mati Lapor 

Sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Panisean Tambunan melaporkan Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan pengambilan sampel air sungai Bedagai Senin, 11 November 2019 di Dusun I Desa Tebingtinggi Kecamatan Tanjung Beringin, dan telah memeriksakan air sungai tersebut ke laboratorium mutu agung lestari Medan serta akan mendapatkan hasil dari pemeriksaan tersebut selama 7 hari kerja.

Menurut Kadis Ketahanan Pangan Sergai M Aliuddin, data yang dimiliki Sergai, populasi ternak babi besar maupun kecil yang tersebar di 17 Kecamatan mencapai 31.626 ekor. “Dari data ini, kematian ternak babi terindikasi terkena virus hog cholera mencapai 894 ekor yang tersebar dalam 5 kecamatan di 9 desa.

Sebagai langkah tindakan cepat, Aliuddin mengatakan Dinas Ketahanan Pangan telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan juga telah menyiapkan posko di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sergai serta posko di setiap kecamatan. “Kami berharap kepada camat dan kepala desa jika ada hewan ternak babi milik warga yang mati segeralah lapor ke kami,” ujarnya. *Inc-14