“Berawal dari Dairi pada 25 Oktober 2019, kemudian Humbahas [Humbang Hasundutan] dan Deliserdang, tidak bisa dilakukan pengobatan,”…

Medan-Intainews.com:Bangkai babi begelimpangan di sungai Kota Medan membuiat masyarakat resah, apalagi belakangan ternak babi diinformasikan mengidap penyakit virus yang menyebabkan kematian babi. Selain itu dikabarkan dapat berjangkit dan membahayakan bagi manusia.

Informasi dihimpun Intainews.com Jumat 8 November 2019, kemarin masyarakat Marelan Medan menemukan bangkai babi bergelimpangan di pinggiran Sungai Baderah di kawasan itu. Menyusul bangkai babi muncul di Danau Siombak, Medan Utara.

Dinas Ketahanaan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara [Sumut] dan Kota Medan [foto] segera mengambil sample dari bangkai babi yang ditemukan di Danau Siombak dan Sungai Bederah. Hal itu dilakukan, guna untuk mengetahui apakah babi tersebut mati karena hog cholera [virus kolera] atau tidak.

“Kita sudah berkoordinasi ke Pemko Medan, untuk mereka turun kesana dan mengambil sample. Untuk memastikan apakah sama [penyebab] yang terjadi di daerah lain,” jelas Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut Azhar Harahap kepada wartawan Rabu 6 November 2019.

Selain akan mengambil sample, pihaknya juga sudah melalukan rapat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di Sumut. Mereka membahas bagaimana langkah yang diambil untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Berawal dari Dairi pada 25 Oktober 2019, kemudian Humbahas [Humbang Hasundutan] dan Deliserdang,” ujar Azhar Harahap. Pihaknya pun langsung turun bersama Balai Veteriner setelah mendapatkan laporan. Hog cholera yang mewabah ke ternak babi disebabkan oleh virus. Sehingga tidak bisa dilakukan pengobatan. Kita hanya bisa lakukan pencegahan.

Meski belum bisa memastikan penyebab kematian babi yang ditemukan di Sungai Bederah dan Danau Siombak, pihaknya menduga, hewan tersebut mati karena penyebab yang sama. Diketahui, ratusan bangkai babi ditemukan mengambang di Danau Siombak dan Sungai Bederah.

Melapor ke Pemerintah Pusat

Diduga hewan tersebut mati karena terjangkit hog cholera. Hal itupun membuat heboh masyarkat. Dinformasikan Hog Cholera telah mewabah ke 11 kabupaten kota di Provinsi Sumatera Utara [Sumut]. Hingga saat ini jumlah total babi yang mati mencapai 4.682 ekor.

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumut Azhar Harahap mengungkapkan, penyebaran virus tersebut sangat cepat. “Penularan itu bisa berkembang melalui udara, sangat gampang. Saat ini, perkembangan virus tersebut sudah sampai ke 11 kabupaten kota,” ujar Azhar Harahap di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Medan.

Pihaknya menduga perpindahan hewan ternak antar kandang menjadi faktor utama pemindahan virus tersebut. Namun, virus tersebut tidak berbahaya ke ternak lainnya. Begitu juga terhadap manusia.

Terkait dengan mewabahnya virus hog cholera ini, pihaknya pun sudah melaporkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Peternakan. Mereka juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota di Sumut untuk pencegahan menyebarnya virus tersebut. *Inc-04