Deliserdang-Intainews.com:Sejumlah ratusan orang dari tiga desa di Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara [Sumut] mengepung kantor PT Perkebunan Nusantara [PTPN] 2 di Desa Simalingkar A, Selasa 29 Oktober 2019 [foto].

Aksi ini merupakan buntut dari rencana pembangunan perumahan di tanah Hak Guna Usaha [HGU] no. 171. Informasi dihimpun Intainews.com, Rabu 30 Oktober 2019, massa yang berasal dari Desa Simalingkar A, Desa Namo Bintang, dan Desa Durin Tonggal didominasi para ibu. Massa juga membakar ban mobil bekas di tengah jalan.

Berbagai poster bertuliskan tuntutan dan kecaman warga juga dibentangkan. Warga menilai, tanah yang berada di atas HGU no 171 merupakan tanah ulayat mereka. Pembangunan perumahan di atas tanah ini dinilai sebagai perampasan tanah rakyat.

Ketua LSM Forum Petani Lau Cih, Alpen Kaban mengatakan RDP tahun 1999 menyatakan tanah ini dapat dibagikan kepada rakyat. Namun pada tahun 2009 tiba-tiba ada keluar HGU no 171 di atas tanah seluas 854,26 Hektare.

“Persoalan tanah di lahan HGU no 171 ini saat ini masih dalam proses kasasi banding di Mahkamah Agung,” katanya. Dia menilai proses hukum tersebut disembunyikan pihak PTPN II untuk memuluskan proses pembangunan yang mereka rencanakan.

Mana Surya Candra

Tak hanya itu, Alpen juga mengingatkan PTPN 2 terkait pesan Presiden Indonesia, Joko Widodo terkait lahan milik PTPN yang bersinggungan dengan lahan milik masyarakat. Dikatakan, presiden akan mencabut hak konsesi PTPN 2 apabila tanah itu bersinggungan dengan lahan masyarakat, desa, ataupun warga desa.

Alpen mengatakan masyarakat sudah tinggal di atas tanah tersebut sebelum diklaim oleh PTPN 2. “Di sini merupakan daerah Ulayat Lau Cih, dengan raja pertamanya Jengi Purba. Makam raja-raja juga ada di sini,” ungkapnya.

Saat ini Alpen menunggu iktikad pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini, namun sampai hari ini tidak ada perwakilan dari pemerintah yang menemui masyarakat.

“Mana ini Sofyan Djalil dan Surya Candra yang baru dilantik menjadi menteri. Katanya mau hadir di masyarakat. Mari hadir ke sini dan lihat kami,” katanya. *inid