Nadiem Makarim Maenteri Pandidikan dan Kebudayaan. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Sejak awal bos gojek Nadiem Makarim diperkenalkan sudah menarik perhatian masyarakat, maupun wartawan yang menunggu siapa-siapa yang masuk dalam kabinet periode Peresiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Di Indonesia bersamaan dengan berkembangnya aplikasi transportasi Gojek, nama Nadiem Makarim seperti tidak asing, terutama bagi warganet. Nadiem yang berusia 35 tahun dikenal sebagai pendiri sekaligus CEO aplikasi yang menyediakan jasa berbasis daring.

Namanya masuk dalam Kabinet Indonesia Maju dilantik Presiden Joko Widodo Rabu 23 Oktober 2019. Tidak tanggung-tanggung lelaki berusia 35 tahun ini memiliki tanggung jawab yang besar sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan [Mendikbud].

Informasi dihimpun Intainews.com, sejak SMA Nadiem sudah belajar di luar negeri. SMA-nya di Singapura tahun 2002. Melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat jurusan Hubungan Internasional di Brown University.

Lulus di 2006, tiga tahun kemudia mengambil pasca-sarjana dan meraih gelar Master of Business Administration di Harvard Business School. Dia memiliki pengalaman kerja yang beragam. Dia pernah menjadi konsultan manajemen di McKinsey & Company dan managing editor di Zalora Indonesia. Dia juga pernah menjabat sebagai Chief Innovation Officer Kartuku, sebelum akhirnya fokus untuk membesarkan Gojek yang dirintis sejak 2011.

Kini, Gojek sudah menjelma menjadi perusahaan startup terbesar di Indonesia. Berdasarkan data CB Insight, beberapa investor telah menyuntikkan dana kepada Gojek hingga mampu menyandang status decacorn, yang bervaluasi US$ 10 miliar atau setara dengan Rp 142 triliun.

Hal ini membuat valuasi Gojek 14 kali lipat dari kapitalisasi pasar maskapai Garuda Indonesia yang berada di angka Rp 11,07 triliun. Berkat usahanya itu, Nadiem beberapa kali mendapat penghargaan bergengsi. Beberapa di antaranya: tahun 2016 Nadiem mendapat penghargaanThe Straits Times Asian of the Year.

Sebagaimana dilansir Kontan.co,id dia merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012. Penghargaan Asian of the Year diberikan kepada individu atau kelompok yang secara signifikan berkontribusi pada meningkatkan kesejahteraan orang di negara mereka atau Asia pada umumnya.

Tahun 2018 Nadiem masuk dalam daftar Bloomberg 50 versi 2018. Bloomberg menilai tidak ada aplikasi lain yang telah mengubah kehidupan di Indonesia dengan cepat dan mendalam seperti Gojek.

Aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015 dengan fokus pada pemesanan ojek, dan kemudian berkembang menjadi aplikasi untuk membayar tagihan, memesan makanan, hingga membersihkan rumah.

Tahun 2019 Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagi pengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.

Dengan kemampuan yang mumpuni dan banyak penghargaan, kini Nadiem Karim dipercaya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik mengkelola pendidikan dan kebudayaan melesat maju ke depan. Semoga.