Kondisi jembatan yang longsor di Simalungun Foto Istimewa

Hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akses jalan dan jembatan ini akan normal kembali

Siantar-Intainews.com:Hujan deras selama dua jam mengakibatkan longsor dan merobohkan Jembatan Bailey Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Ambruknya jembatan di Desa Marubun Jawa, Kecamatan Tanah Jawa itu, memutusnya akses Jalur Lintas Sumatera [Jalinsum] antara Kabupaten Asahan dan Kota Pematangsiantar, Kamis 17 Oktober 2019.

Informasi dihimpun  Jumat 18 Oktober 2019, dengan putusnya Jalinsum di Simalungun, arus lalu lintas terganggu dan terpaksa dialihkan. Para pelajar dan pekerja yang hendak melintas harus berganti angkutan umum.

Jembatan semi permanen yang dibangun beberapa bulan lalu nyaris roboh tergerus luapan air sungai. Pada saat longsor terjadi tidak ada kendaraan yang sedang melintasi jembatan. Kabag Ops Polres Simalungun Kompol Sri Lestari Widodo mengatakan, Jembatan Bailey ini runtuh akibat terjangan air sungai setelah hujan deras selama dua jam.

“Ini memang bukan jembatan permanen, tetapi disiapkan untuk pembangunan jembatan yang sesungguhnya. Kami saat ini sudah upayakan untuk pengalihan arus lalulintas, namun sifatnya masih skala prioritas,” ujarnya.

Menurutnya, pengalihan arus lalulintas memasuki perkambungan warga juga belum dapat dilakukan karena banjir masih setinggi paha orang dewasa. Polisi bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan setempat sedang memprioritaskan pembukaan jalan baru namun diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan pribadi.

“Untuk tonase belum bisa. Kami masih upayakan untuk akses jalan baru ini,” katanya. Hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan akses jalan dan jembatan ini akan normal kembali. Pemerintah setempat juga sudah menyiapkan angkutan bagi pelajar dan pekerja agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. *Inc-tim