Ilustrasi. Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Minyak curah tiba-tiba dilarang untuk digunakan dan diperjualbelikan, mulai 1 Januari 2020 mendatang. Masyarakat bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik pelarangan itu. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan kualitas minyak curah tak bisa dipertanggungjawabkan.

Informasi dihimpun Intainews.com Selasa 8 Oktober 2019, menurut Enggartiasto karena minyak curah tidak melewati pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM]. “Minyak goreng curah tidak ada jaminan kesehatan sama sekali,” tegas Enggar di Jakarta.

Apalagi status minyak ‘bekas pakai’ membuat minyak curah dinilai tak aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian yang baru dipublikasikan pada Maret 2019 lalu menemukan potensi penyebaran sel kanker payudara dari kebiasaan mengonsumsi minyak curah.

Studi yang dilakukan sejumlah peneliti dari University of Illinois menemukan, minyak goreng yang telah mengalami beberapa kali pemanasan dapat meningkatkan metastasis kanker payudara. Metastasis merupakan gerakan penyebaran sel kanker dari organ utama menuju organ tubuh lainnya.

Mengandung Radikal Bebas

Sebagaimana dilansir Medical News Today, studi dilakukan pada sejumlah tikus yang telah disuntikkan sel kanker payudara. Peneliti membagi dua kelompok tikus. Kelompok pertama mengonsumsi minyak segar, sedangkan kelompok kedua mengonsumsi minyak bekas pakai.

“Mereka [sel kanker pada tikus dengan minyak curah] mengalami transformasi yang lebih agresif. Penyebaran juga terjadi pada kelompok tikus yang mengonsumsi minyak segar, tapi [metastasis kanker] tidak seagresif dan seluas itu,” ujar peneliti utama, William G Helferich.

Pemanasan berulang dapat mengubah komposisi minyak. Dengan dipanaskan berkali-kali, minyak melepaskan acrolein. Nama terakhir merupakan zat kimia yang berpotensi bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Terlepas dari hasil studi tersebut, minyak bekas memang berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri jahat. Mengutip LiveStrong, minyak bekas yang telah lama tak digunakan diketahui mengandung radikal bebas yang dapat memicu risiko kanker.

Jika Warna Berubah Gelap

Menggunakan kembali minyak yang sama juga dapat menyebabkan sejumlah masalah seperti risiko penyakit jantung, Alzheimer, Parkinson, dan radang tenggorokan.
Idealnya, minyak digunakan untuk sekali pakai.

Namun, pada beberapa kasus, minyak kerap digunakan untuk beberapa kali pakai.
Minyak bekas yang akan kembali digunakan harus melewati beberapa proses terlebih dahulu. Mengutip Times of India, minyak sisa harus didinginkan dan dipindahkan ke dalam wadah kedap udara.

Hal itu dilakukan untuk menghilangkan partikel makanan yang dapat merusak minyak lebih cepat. Periksa warna dan ketebalan setiap kali akan menggunakan minyak bekas pakai. Jika warna telah berubah gelap, artinya minyak tak bisa digunakan kembali.