Wagubsu Musa Rajekhshah mendengarkan keluhan para guru SMAN 1 Tiganderket soal malapraktik dana BOS

Ijeck akan menjadwalkan untuk bisa melakukan kunjungan ke SMAN 1 Tiganderket. “Kasih kami waktu biar kami periksa,” katanya.

Medan-Intainews.com:Dugaa malapraktik pengelolaan dana BOS di SMAN 1 Tiganderket, Kabupaten Karo, Sumatera Utara [Sumut] didemo dan dilaporkan siswa ke Wakil Gubernur Sumatera Utara [Wagubsu] Musa Rajekshah. Jeremi siswa SMAN 1 yang ditemani guru dan komite sekolah melaporpakan dugaan malapraktik dana BOS di sekolahnya.

“Benar melakukan aksi [demo]. Kami ingin tahu ke mana saja dana Bantuan Operasional Sekolah [BOS] ini sementara pembangunan minim. Yang kami rasakan di sekolah mulai dari kekurangan buku, ada kelas yang tidak ada listriknya, masih ada kelas dibagi dua dengan menggunakan sekat, kalau hujan kami sulit belajar karena banyak genteng dan seng yang bocor,” ungkap Jeremi kepada Wagubsu, baru-baru ini.

Menanggapi hal itu Wagubsu menginstruksikan Inspektorat dan Dinas Pendidikan [Disdik] Provinsi Sumut, Unit Pelaksana Teknis [UPT], Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan kepala sekolah agar segera dilakukan pemeriksaan serta mengevaluasi pihak terkait.

Informasi diterima redaksi Intainews.com Minggu 2019, sebelumnya diungkap Jeremi terkait dugaan tindak malapraktik dalam pengelolaan dana BOS di lingkungan sekolah, pada 16 September 2019 murid-murid melakukan unjuk rasa mempertanyatakan transparansi pengelolaan dana BOS.

Perwakilan guru Suartini Br Bangun, turut menjelaskan kepada Wagubsu, dugaan malapraktik pengelolaan dana BOS ini, sudah terjadi selama empat tahun terakhir. Para guru dan komite melihat tidak adanya transparansi dalam pengelolaan Dana BOS.

Mereka juga mengaku, tidak pernah dilibatkan dalam perencanaan anggaran dana BOS dan dalam laporan pertanggungjawaban Dana BOS. “Selama kurang lebih empat tahun, dari penglihatan kami sebagai guru, penggunaan dana BOS ini tidak pernah sedikitpun transparan,” tutur Suartini.

“Kami memiliki petunjuk…”

Seharusnya, jelasnya, pengelolaan dana BO diketahui guru, komite sekolah. “Tapi sama sekali selama empat tahun kami tidak pernah dilibatkan. Sehingga akhirnya fasilitas yang ada di sekolah kita sangat kurang sekali. Inilah yang memicu anak-anak untuk unjuk rasa, karena anak-anak ini ingin tahu penggunaan Dana BOS, sebab selama ini anak-anak mengalami kekurangan fasilitas,” ujar Suartini.

Senada dengan Suartini, Ketua Komite Sekolah SMAN 1 Tiganderket Bahtra Pelawi menyebutkan, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan kepala sekolah terkait pengelolaan dana BOS. Namun, komite sekolah hanya berhak terlibat dalam tahap proposal, tidak dalam pengelolaan.

“Kami sudah sering komunikasi dengan Kepsek mengenai dana BOS. Kami pertanyakan bagaimana dana BOS ini. Seharusnya kita duduk bersama, tapi kata Kepala Sekolah [Kepsek] melalui PKS 1-nya bahwa penandatanganan proposal anggaran saja yang bisa kami ketahui,” tutur Bahtra.

Masih Bahtra, setelah pencairan dana BOS itu dikelola oleh sekolah tanpa boleh diketahui oleh komite sekolah. Harusnya boleh, karena kami lihat di Juknis, kami memiliki petunjuk. Mendengar pengaduan tersebut, Musa Rajekshah yang akrab dipanggil Ijeck ini kemudian melakukan analisa masalah, untuk segera ditindaklanjuti

Pasti kita periksa

“Inspektorat bisa mengecek langsung ke rekening sekolah mulai dari BPKAD sebagai penerima anggaran dari Kemenkeu, berapa jumlah yang ditransfer, bagaimana penerimaan di sekolah dari rekening dicek, apakah betul ada uang masuk. Tinggal nanti memeriksa uang keluarnya ke mana pemanfaatannya, dan bagaimana bentuk kenapa bisa dikelola sendiri,” tegas Ijeck.

Ijeck juga mengatakan, dirinya akan menjadwalkan agenda untuk bisa langsung melakukan kunjungan ke SMAN 1 Tiganderket. “Kasih kami waktu biar kami periksa,” tandas Ijeck, yang didampingi Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan Siregar. *Inc-03