Gubsu Edy Rahmayadi menerima penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan Provinsi Sumut Tiarta Sebayang atas pencapaian peringkat I Kemandirian Fiskal Tahun 2018

Gubsu Edy berharap, Rakor Pemda menjadi kesempatan para kepala daerah menggali dan memperkaya wawasan dari para pakar keuangan dan ekonomi.

Medan-Intainews.com:Kepala Bank Indonesia [BI] Perwakilan Sumut Wiwiek Siswo Widayat mengatakan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi [Rakor] pemerintah daerah [Pemda] se-Sumatera Utara [Sumut], salah satunya membangun sinergi dan komunikasi untuk mengakselarasi pertumbuhan ekonomi di Sumut.

Gejolak ekonomi yang tidak stabil, menuntut untuk terus berbenah, khususnya untuk wilayah seperti Sumut yang perekonomiannya berbasis komoditas. Demikian diungkap Kepala Bank Indonesia [BI] Perwakilan Sumut Wiwiek Siswo Widayat pada Rakor Pemda se-Sumut yang dibuka Gubernur Sumatera Utara [Gubsu] Edy Rahmayadi, di Ruang Kuala Deli Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut Medan, Rabu 2 Oktober 2019.

Sebelumnya Gubsu berpesan kepada kepala daerah se-Sumut agar memprioritaskan aktivitas UMKM di daerah masing-masing, khususnya di bidang pertanian. “Saat ini ada program Kemenkeu yang menyasar pelaku-pelaku usaha yang kesulitan mendapat pinjaman bank, yang permodalannya hanya membutuhkan Rp 10 juta ke bawah,” kata Gubsu.

Edy berharap, Rakor tersebut menjadi kesempatan bagi para kepala daerah untuk menggali dan memperkaya wawasan dari para pakar keuangan, ekonomi, dan lainnya yang hadir sebagai nara sumber agar mengetahui langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk akselarasi perekonomian di daerah masing-masing.

“Ada tiga hal yang perlu dilakukan saat ini. Pertama, meningkatkan kualitas SDM, kemudian memperbanyak investasi dan yang terakhir meningkatkan kualitas infrastruktur. Mudah-mudahan, jika ketiganya benar terlaksana, akselarasi ekonomi bisa terwujud,” ujar Gubsu Edy Rahmayadi.

Kemudian, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Sumut Tiarta Sebayang mengungkapkan, sesuai arahan dari Menteri Keuangan, sinergi dan kerja sama dengan Pemda setempat harus senantiasa dikedepankan. Salah satu pesan Mentri Keuangan yakni menyuburkan UMKM melalui pembiayaan ultra mikro porgram Kemenkeu.

“Seperti arahan yang telah disampaikan Gubernur, kami berharap agar Pemda setempat membantu mendorong pertumbuhan UMKM di daerah masing-masing. Salah satunya lewat sosialisasi program ultra mikro Kemenkeu yakni pinjaman modal usaha bagi msyarakat pelaku usaha mikro dengan kebutuhan pemodalan skala kecil di bawah Rp 10 juta,” tukasnya. *Inc-03