Gubsu Edy Rahmayadi bersama Bupati Sergai Soekirman [kanan] setelah menerima pnghargaan beprestasi

Bank Indonesia Sumatera Utara memerlukan sinergi baik dalam bentuk komunikasi, koordinasi, pertukaran data hingga penyelenggaraan bersama lintas instansi.

Sergai-Intainews.com:Rapat koordinasi [Rakor] pemerintah daerah [Pemda] se-Sumatera Utara, dengan tema ‘Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah’ berlangsung di Ruang Kuala Deli Lantai 9 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provsu, Rabu, 2 Oktober 2019.

Rakor dibuka Gubernur Sumatera Utara [Gubsu], Edy Rahmayadi. Menurutnya Rakor yang bertemakan ‘Sinergi meningkatkan perekonomian masyarakat menuju Sumut bermartabat’, menyuarakan perihal sinergitas segenap pihak untuk membangun Sumut.

“Saya mengharapkan sinergi dan kolaborasi antar seluruh daerah. Sumut merupakan provinsi unik yang memiliki potensi besar. Perdebatan yang tidak relevan dan nir-guna tak perlu lagi dilanjutkan. Rakor harus memiliki output yang jelas sehingga tidak berakhir menjadi sekadar kegiatan seremonial belaka,” ungkap Edy.

Tidak Boleh Lemah, Berpangku Tangan

Sementara Bupati Sergai H Soekirman menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang cukup membanggakan Kabupaten Sergai ini. “Alhamdulillah, Sergai kembali meraih perhargaan prestisius tingkat provinsi. Kita sama-sama berharap agar prestasi ini dapat menjadi modal dalam meningkatkan sinergi antara pemerintah dengan pelaku usaha,” ungkapnya.

Kita juga sangat menginginkan pelaku Usaha Kecil Menengah [UKM] di Kabupaten Sergai semakin giat dalam berproses agar di masa depan bisa ada di posisi prestasi yang lebih baik lagi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provsu Wiwiek S Widayat menyebutkan, dalam mengakselerasi perekonomian daerah yang lebih cepat, Bank Indonesia Provsu memerlukan sinergi baik dalam bentuk komunikasi, koordinasi, pertukaran data hingga penyelenggaraan bersama.

“Kami menyadari tantangan kedepannya semakin kompleks, sehingga membutuhkan kerjasama lintas instansi. Beberapa negara berkembang sedang mengalami krisis dan beberapa negara sedang mengalami pertumbuhan yang negatif. Kita juga sedang mengalami perang dagang, untuk itu kita tidak boleh lemah dan berpangku tangan,” tutur Wiwiek S Widayat. *Inc-14