Ilustrasi.Presiden Joko Widodo bersama anak-anak Papua. Foto Istimewa

Bogor-Intainews.com:Ungkap dan tindak tegas jaringan “asing” di dalam negeri yang telah mengcau dan membuat rusuh Papua. Hal itu disebutkan berbagai elemen masyarakat seperti Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 [PPJNA’98], DPP Bima dan Gerakan Nasioanal Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI [GNMKPKN] di Tugu Kujang Kota Bogor, 4 September 2019.

Mereka mengeluarkan sikap mendukung pemerintah mengungkap dalang kerusuhan Papua baik keterlibatan pihak asing maupun jaringannya di Indonesia, setelah menyimak perkembangan yang terjadi di Papua dan Papua Barat atas pernyataan Menkopolhukam dan Kapolri tentang adanya keteroibatan pihak asing.

Kepanjangan Tangan Asing

Pihak asing yang secara sengaja mengobok-obok Papua, memprovokasi Papua sampai terjadinya rusuh serta menuntut memisahkan diri dari NKRI. Pihak “Asing” tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik.

Menurut para elemen masyarakat, mereka agen-agen asing berkonspirasi dengan pihak pihak jaringan di dalam negeri, dengan organisasi atau lembaga di Papua dengan tiada hentinya mempropagandakan Papua merdeka. Isu papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan.

Tidak hanya itu, dalam menyampaikan sikapnya elemen masyarakat menyebutkan, masih adanya NGO atau LSM di dalam negeri yang mendapatkan dana dukungan dari asing sehingga disinyalir menjadi kepanjangan tangan asing di dalam negeri untuk memuluskan agenda kepentingan asing di dalam negeri.

Semoga Jadi Spirit

Oleh karena itu kami PPJNA’98, DPP Bima dan GNMKPKN menyampaikam pernyataan sebagai berikut:1. Kami sangat mendukung Presiden Jokowi untuk mengungkap, menuntaskan dan menindak tegas pihak pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM-NGO yang bekerja untuk asing memperkeruh situasi di dalam negeri terkait Papua dan elit politik nasional.

Baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan yang memperkeruh Papua, menjadikan Papua sebagai komoditas politik alat bargaining politik untuk mendapatkan jabatan kekuasaan dan akses perekonomian nasional.

2. Sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab untuk keutuhan NKRI, kami sebagai salah satu elemen rakyat Indonesia terus menyerukan dalam sebuah gerakan bersama yaitu GNMKPKN. Karena kejadian rusuh Papua bermotif ingin mencoreng wibawa Presiden Jokowi dan mengancam Kedaulatan NKRI.

Siapapun yang terlibat apakah Pejabat Penting di Pemerintahan, LSM-NGO, politisi barisan sakit hati, harus ditindak tegas tanpa pandang bulu karena telah merongrong kedaulatan NKRI. Kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepan.

3. Kami mengajak dan menyerukan pada saudaraku seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa dan berjuang membela dan menjaga Papua, Papua Barat dari rongrongan pihak-pihak asing yang mengacaukan dan memprovokasi Papua lepas dari NKRI.

Demikianlah pernyataan dan seruan ini kami sampaikan, semoga menjadi spirit dan kekuatan bersama untuk persatuan dan sokidaritas nasional membela bangsa dan negara serta menjaga kedaulatan NKRI. *Inc-04