Tapsel-Intainews.com:“Ada lima ancaman yang dihadapi orangtua atau guru terhadap anak, antara lain kekerasan, narkoba, pornografi, tindakan amoral dan radikalisme. Karenanya, sesibuk apapun orangtua, luangkan waktu untuk mengkontrol anak agar tidak keluar dari jalurnya.”

Hal itu ditegaskan Direktur Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr Sukiman, M.Pd memaparkan, ada lima ancaman yang akan merusak generasi penerus bangsa dan menurut dia pergaulan anak sekarang sudah semakin parah.

Senada dengan Wakil Bupati Tapanuli Selatan [Tapsel], Sumatera Utara, Sukiman menyatakan keterlibatan keluarga merupakan proses atau cara keluarga berperan dalam penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Sebelumnya Wabup Tapsel, H Aswin Efendi Siregar [foto] menegaskan pada saat membuka acara sosialisasi penyelenggaraan pendidikan, Selasa 6 Agustus 2019, keluarga sangat berperan besar dalam kemajuan anak.

Acara sosialisasi diadakan di aula Sarasi II kantor bupati diikuti sedikitnya 225 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah PAUD, SD, SMP, Pendidikan Non Formal (PNF)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), forkala, dewan kesenian, dan komite serta pengawas sekolah.

“Dengan orangtua memberikan ataupun mencontohkan beragam hal positif bagi anak di lingkungan keluarga, maka akan bisa mendorong mereka lebih maju lagi. Sehingga, di masa mendatang anak kita justru bisa lebih baik daripada kita sendiri,” ungkap Wabup. *Inc-16