Medan-Intainews.com:Di tengah masayarakat Sumatera Utara [Sumut] yang masih kecewa dengan listrik, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan persetujuannya, atas tawaran kerja sama rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Sumut dengan Korea Selatan [Korsel].

Hal itu diungkapkan saat menerima audiensi dari PT Hanlim Power Indonesia [HPI] di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut [foto], Jalan Pangeran Diponegoro, Nomor 30 Medan, baru-baru ini. Di antaranya hadir di Presiden Komisaris PT HPI Aulia Pohan, Chairman Hanlim Power Coorporation [HPC] asal Korea Selatan [Korsel] Paul Han R Lee.

Bersama Direktur PT HPI Hazairin Pohan, Director HPC Hwang Hooyun. Sementara Gubernur didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kepala Dinas PMPPTSP Arief Trinugoroho, Kabiro Otda dan Kerja Sama Basarin Tanjung, Kabiro Perekonomian Ernita Bangun dan para staf.

“Intinya saya setuju. Karena kebutuhan listrik ini kita membutuhkan banyak energi. Sebentar lagi juga akan ada industri dari perusahaan di Indonesia, yang membutuhkan energi yang besar,” ujar Gubernur Edy Rahmayadi.

Terkait rencana pengadaan lahan di Sumut, lanjut Edy, Pemerintah Provinsi [Pemprov] Sumut akan membantu urusan pengadaan tanah. Sebab angka 200 hektare yang disebutkan untuk luas lahan pembangunan PLTGU, juga disyaratkan untuk berada di tepi pantai atau dekat dengan laut. Rencananya berlokasi di Kabupaten Batubara.

Sementara, Presiden Komisaris PT HPI Aulia Pohan menyampaikan bahwa pihaknya sengaja mengundang investor asing masuk ke Indonesia. Khusus untuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 4,8 Giga Watt dengan nilai investasi mencapai US$ 6,5 miliar. Target pembangunan fisik sendiri diperkirakan pada 2021 mendatang.

Lee Miliki Sumur Gas di Rusia

“Kita akan siapkan pra feasibility study [FS]. Karena sejauh ini masih proses soal izin. Jadi kita akan terlibat dalam tahapan FS kelayakan investasi,” katanya.

Menanggapi persetujuan Gubernur, CEO/Chairman HPC Paul Han Lee mengatakan keputusan mereka untuk masuk ke Sumut, karena pengalaman pihaknya membangun pembangkit listrik di negaranya. “Kami membutuhkan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik,” ujarnya.

Tetapi, tambah Lee, pihaknya juga membutuhkan sumber daya manusia. Karena setahu kami, banyak orang pintar di Indonesia berasal dari Sumut. Lee, mengatakan HPC juga memiliki sumur gas di Rusia yang berusia sekitar 300 tahun dan siap mensuplai energi untuk Sumut.

Usai audiensi, Gubernur pun melanjutkan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara [Pemprov Sumut] dengan PT Hanlim Power Indonesia oleh Han Lee setelah selesai Shalat Jumat. * Inc-03