Bayi kembar siam Adam dan Malik segera dioperasi. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Operasi pemisahan bayi kembar siam dempet perut asal Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara [Sutmut], Adam dan Malik, diperkirakan memakan biaya antara Rp 600 juta sampai Rp 700 juta. Sebagian besar dari jumlah itu ditanggung pihak RSUP H Adam Malik Medan.

Perkiraan biaya itu didasarkan pada pengalaman operasi pemisahan bayi Sahira dan Fahira di RSUP H Adam Malik beberapa waktu lalu. “Kalau bayi kembar yang dulu kita tangani biayanya sekitar Rp 600 juta sampai Rp 700 juta, sekarang pun saya kira angkanya seperti itu,” kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP H Adam Malik, dr Zainal Safri, Senin 15 Juli 2019.

Biaya itu terhitung sejak bayi Adam-Malik masuk ke RSUP H Adam Malik pada pada Selasa [27/11] hingga proses penyembuhan pascaoperasi. Namun biaya tidak akan ditagih kepada keluarga pasien. Semuanya akan ditanggung pihak rumah sakit. “(Kita) tidak mengambil uang dari pasien. Semua akan ditanggung rumah sakit.

Sebagian mungkin seperdelapan bisa diklaim ke BPJS, sisanya rumah sakit. Ini sumbangsih kami,” jelas Zainal. Saat ini Adam dan Malik dalam kondisi baik. Kedua bayi laki-laki diisolasi di ruang Perinatologi menjelang operasi yang akan dilaksanakan pada 23 Juli mendatang.

Zainal memastikan tim dokter telah siap untuk melaksanakan operasi pemisahan Adam-Malik. Sekretaris tim dokter penanganan bayi kembar itu, dr Rizky Adriansyah memperkirakan operasi akan memakan antara 4 sampai 5 jam.

Dokter yang diturunkan dalam tim ini adalah dokter anak, dokter ICU anak, dokter bedah anak, dokter bedah plastik, dokter digestif, dokter anastesi anak, dokter radiologi, dokter patologi klinik dan dokter-dokter penunjang lainnya. “Kalau saat pemisahan bayi kembar sebelumnya ada sekitar 50-an dokter.

Namun untuk pemisahan bayi Adam dan Malik ini tidak sampai 50-an dokter,” jelasnya.Seperti diberitakan, bayi Adam dan Malik lahir dalam kondisi dempet perut di RSUD Sibolga pada 22 November 2018.

Buah cinta pasangan Juliadi Silitonga [29] dan Noorida Sihombing [28], warga Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput ini kemudian dirujuk RSUP H Adam Malik Medan, dan tiba di rumah sakit itu pada Selasa [27/11]. * mdc