Ilustrasi. Istimewa

Cilegon-Intainews.com:Ketua Persatuan Wartawan Indonesia [PWI] Provinsi Banten, Rian Nopandra, berencana segera melaksanakan diskusi Nasional terkait isu yang mengemuka tentang kelestarian lingkungan hidup yang terdampak industrialisasi di Kota Cilegon.

“Kota Cilegon sebetulnya memiliki pantai yang cukup luas, namun tidak ada lagi pantai yang terbuka untuk umum. Semuanya sudah dikuasai dan dibangun industri,” ucap Rian yang akrab disapa Opan saat ditemui di Jurnalis Boarding School [JBS], Sabtu 13 Juli 2019.

Diskusi nasional yang disiapkan tersebut melibatkan Serikat Media Siber Indonesia [SMSI] dan pihak-pihak terkait yang akan digelar di Kantor SMSI di Jakarta Pusat, dalam waktu dekat ini. Diskusi akan membahas secara mendalam tentang dampak lingkungan.

Termasuk membahas, bagaimana mega proyek yang menghilangkan ekosistem bahari, kaitannya dengan regulasi hukum dan aturan-aturan yang ada. “Banyak hal yang akan kita bahas nanti, semua terkait berdirinya industri besar dan dampak yang ditimbulkan,” ungkapnya. Terutama pembangunan mega proyek PT LCI, lanjut Opan, akan menjadi salah satu pokok pembahasan dalam diskusi nasional nanti.

Menggusur Hutan Manggr0ve

Tokoh Pers Banten, Firdaus mendukung wacana diskusi yang digagas PWI Banten. Menurutnya, insan pers juga harus memperhatikan dan peduli terhadap ekosistem lingkungan. Melalui diskusi itu masyarakat pers bukan sekadar memberikan informasi lewat tulisan, namun mampu memberikan sumbangsih pikiran, ide dan gagasan terbaik menyikapi industrialisasi di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kota Cilegon.

Diskusi itu menjadi penting karena Cilegon Provinsi Banten yang luas wilayah 175,51 km2, memiliki kawasan pesisir laut yang terbentang dari bagian utara hingga selatan dengan garis pantai sepanjang 40,88 km. Namun Kota Cilegon lebih dikenal sebagai kota industri, lantaran sepanjang garis pantai hampir seluruhnya tertutup dan dikuasai oleh industri-industri besar.

Perkembangan Kota Cilegon belakangan, jumlah tutupan hijau di kota ini berkurang, mengubah jenis tutupan permukaan hijau di seluruh wilayah. Kini, mega proyek pembangunan pabrik kimia PT LCI di pesisir Tanjung Peni dalam beberapa bulan terakhir menuai banyak sorotan tajam dari banyak pihak.

Pasalnya, investasi asal negeri Ginseng Korea tersebut harus menggusur ratusan hektare hutan mangrove [bakau] yang disebut sebagai ‘benteng terakhir’ pesisir pantai dan ekosistem bahari yang dimiliki Kota Cilegon. *Inc-04