Ketua Presidium Indonesia Police Watch [IPW] Neta S Pane. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Ketua Presidium Indonesia Police Watch [IPW] Neta S Pane berharap, panitia seleksi calon pimpinan Korupsi Pemberantasan Korupsi [KPK] bisa bersepakat menolak pimpinan KPK yang menjabat saat ini.

Komisioner KPK sekarang, menurut Neta, tidak layak untuk kembali menjabat. Harapan besar ditaruh pada pansel KPK karena berhak menentukan nama-nama itu lolos ke tahapan berikutnya atau tidak.

“IPW berharap pansel membuat kesepakatan bahwa petahana pimpinan KPK yang ikut lagi dalam seleksi sebaiknya dicoret atau tidak diloloskan untuk periode kedua,” kata Neta melalui keterangan tertulisnya, Sabtu 6 Juli 2019). Menurut Neta, sepanjang sejarah tidak ada komisioner KPK yang menjabat dua periode.

Selain itu, banyak kasus-kasus yang macet atau belum selesai ditangani KPK di periode sekarang. Atas dasar itulah Neta menilai, pimpinan KPK sekarang gagal. “KPK periode ini hanya berani bermain main di lingkaran bawah dengan Operasi Tangkap Tangan [OTT] sebagai pencitraan pemberantasan korupsi,” ungkap Neta.

Jika mereka sudah gagal, jelas Neta s Pane, kenapa harus dua periode, sebaiknya mereka dicoret dan tidak diloloskan. Dia juga berharap, KPK di periode 2019-2023 nanti dapat membersihkan institusi KPK dari kriminal atau pelanggar hukum yang kebal hukum dan tidak patuh proses hukum.

Juru bicara KPK Febri Diansyah tidak ingin berkomentar terlalu banyak mengenai peluang ketiga komisioner KPK untuk terpilih kembali. Menurut Febri, ini bukan kali pertama pimpinan mengajukan diri untuk dua periode. “Tiga orang ini sudah melewati sampai dengan empat tahun ini dengan segala catatan positif dan kritik,” kata Febri di Gedung Merah Putih KPK.

Febri menyampaikan yang mengetahui pertimbangan positif dan negatif pimpinan KPK terpilih kembali hanyalah pansel capim KPK. “Ada pimpinan yang mencalonkan kembali. Kalau terpilih atau tidak terpilih, kan, kita enggak tau. Pansel akan melakukan seleksi,” tandas Febri. *Inc-04