Insan media siap eratkan kembali persatuan Indonesia

Medan-Intainews.com:Di zaman yang serba modern dan canggih ini, masyarakat dengan mudah dapat mengakses informasi, baik dari media online dan media elektronik. Terlebih saat ada momen-momen penting seperti putusan sidang Mahkamah Konstitusi [MK] yang dinanti masyarakat.

Selain itu media harus meliterasi masyarakat agar dapat menerima dan menghormati konstitusi dan proses demokrasi terkait sidang di MK. Latar belakang inilah yang mendorong Media Kata Indonesia menggelar acara Diskusi Media dengan kalangan insan media serta warganet, maupun kalangan milenial.

Diskusi tersebut mengangkat tema [foto], “Peran Literasi Media Mengawal Proses Demokrasi Konstitusional dan mewujudkan Kembali Persatuan Bangsa”, dilaksanakan di Cafe Omah Bintang Jalan Tebet Timur Raya, Tebet, Jakarta Selatan Kamis 27 Juni 2019.

Diskusi tersebut berlangsung sukses dengan melahirkan deklarasi oleh kalangan generasi mileneal bersama insan media sebagai komitmen anakbangsa mengawal proses demokrasi konstitusional dan mempererat persatuan bangsa.

“Pers adalah salah satu pilar demokrasi yang dalam kiprahnya tentu harus selaras dalam perkembangan demokrasi. Pers tentu lembaga independen sampai saat ini masih konsisten mengawal segala bentuk proses demokrasi yang konstitisional yang telah menjadi kesepakatan bangsa,” kata ketua pelaksana, Hafyz Marshal.
Tidak Terhasut

Selanjutnya, kata Hafyz, pers siap memberikan informasi yang terbaik untuk masyarakat, terlebih dalam mendukung segala bentuk keputusan yang dihasilkan dari proses demokrasi konstitusional.

Senada dengan Hafyz, Pepi Nugraha tokoh medsos Indonesia yang juga founder Kompasiana meminta Pers dan masyarakat agar terus mengawal tahapan Pemilu pasca penetapan hasil sidang MK.

Karena siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI harus didukung masyarakat dalam melaksanakan roda pemerintahan, sebagai wujud dalam memaknai hasil dari pesta demokrasi yang melahirkan pemimpin Republik Indonesia, menuju kemajuan bangsa.

“Pers merupakan anak kandung dari kebenaran maka pers tak layak memberikan informasi yang dapat memecah belah masyarakat Indonesia,Pers juga harus berperan dalam memsjukan bangsa” tandas Pepih.

Sementara Media Advisor Kantor Staf Kepresidenan Alois Wisnuhardana mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terhasut kepada sekelompok orang yang ingin memecah belah kesatuan bangsa.

Terlebih, ungkapnya, yang tidak menerima hasil keputusan MK menurutnya hasil sidang adalah hasil yang sebaik-baiknya dari sebuah proses demokrasi yang konstitusional sesuai hukum kita.
Tumbuhkan Optimisme

“Jangan sampai terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang akan memperkeruh suasana. Saya mengajak semuanya untuk tetap menjaga kerukunan, dan mempererat persatuan kembali, kita sudah melaksanakan hak memberikan suara (Pemilu 2019) di TPS masing-masing dan mengetahui hasil sidang MK, mari kita doakan akan membawa kemaslahatan untuk bangsa Indonesia,” tukasnya.

Senada dengan Alois, Denny Siregar tokoh produktif konten dan influencer Pegiat Media sosial mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini butuh perekat pasca pengumuman hasil pemilu di sidang MK. Aset terbesar bangsa ini yaitu persatuan Indonesia harus diwujudkan dengan kesadaran dan kecerdasan kita tanpa harus terprovokasi.

“Kita saat ini harus membuat perekat persatuan, perekatnya adalah sikap legowo dan ikhlas terhadap hasil Pemilu yang telah ditetapkan oleh sidang MK. Warganet pun harus menahan postingan negatif salah satunya dan mulai menyebar konten konten positif yang menumbuhkan optimisme,” ujar Denny

Acara diskusi dihadiri puluhan pegiat media sosial dari berbagai kalangan yaitu youtuber, Blogger, Vloger, dan content creator dari berbagai wilayah serta tokoh aktivis pers kampus dan kalangan jurnalis nasional. *Inc-04