Saur Hutabarat. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebutkan, sejumlah media turut andil atas kekalahan mereka di Pilpres 2019. Ini terjadi karena menurut mereka sejumlah pemilik media nyata-nyata menjadi bagian dari tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Telah terjadi upaya secara terstruktur, sistematis dan masif terhadap pers nasional, dengan tujuan menguasai opini publik,” kata anggota tim hukum Prabowo-Sandi Teuku Nasrullah saat membacakan pokok-pokok gugatan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat 14 Juni 2019.

Dikatakan Nasrullah, media-media yang pemiliknya berafiliasi secara politik kepada pasangan calon 01 telah memberikan pemberitaan yang tidak proporsional. Media-media itu katanya adalah Media Group yang dimiliki Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, MNC Group yang dimiliki Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo, dan Mahaka Group yang dimiliki Erick Thohir selaku Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf .

Informasi dihimpun Intainews.com, Minggu 16 Juni 2019, dituding seperti itu Arya Sinulingga, Direktur Pemberitaan Media Nusantara Citra (MNC Group) membantah tuduhan tim hukum Prabowo-Sandi. Ia mengklaim MNC Group selalu berimbang dalam pemberitaan. “Ah gak seperti itu ya. Kan bisa dilihat dia, kami lihat sangat seimbang pemberitaannya,” kata Arya.

Arya mencontohkan setiap acara debat di saluran MNC Group selalu menghadirkan pihak BPN. “Dan tidak ada yang namanya debat yang tidak menghadirkan BPN. Pasti ada. Dan sebenarnya sering dominan juga di situ,” ujarnya. Arya menyangkal MNC Group dengan sengaja membatasi ruang kepada Paslon 02 serta memprioritaskan paslon 01.

“Jadi, kalau dikatakan MNC tidak memberikan ruang kepada mereka, itu gak bener banget gitu. Pasti salah itu, kawan-kawan BPN itu, porsinya seimbang kok,” ujarnya. Arya berkilah kalau pun secara porsi pemberitaan Jokowi lebih banyak ketimbang Prabowo maka hal tersebut terjadi karena kegiatan Jokowi yang memang lebih banyak daripada Prabowo.

Sementara, Ketua Dewan Redaksi Media Group Saur Hutabarat menolak menanggapi pernyataan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di MK. “Dewan Redaksi Media Group menyerahkan sepenuhnya materi dan substansi sidang perselisihan hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi,” kata Saur.

“Media Group tidak dalam posisi merasa perlu menanggapi berbagai penilaian terkait sidang di Mahkamah Konstitusi, karena hal itu sudah menjadi domain MK dan pihak-pihak terkait dalam sidang yang sudah dan sedang berlangsung,” tambahnya.

Saur mempersilakan pihak Prabowo-Sandi mengadu ke Dewan Pers apabila merasa keberatan dengan produk jurnalistik dari Media Group. “Segala penilaian terhadap hasil laporan, pemberitaan, baik dalam bentuk teks maupun audio visual dari Media Group kami serahkan sepenuhnya kepada publik,” ujar Saur. *tid