Ilustrasi. Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Mantan Komandan Tim Mawar, Mayjen TNI (Purn) Chairawan melaporkan Majalah Tempo terkait pemberitaan dengan judul “Tim Mawar dan Rusuh Sarinah” ke Dewan Pers, Selasa 11 Juni 2019.

Bersama kuasa hukumnya, ia tiba di Dewan Pers sekira pukul 11.00 WIB. Kuasa hukum Chairawan, Herdiansyah mengatakan jika pelaporannya telah diterima oleh pihak Dewan Pers. Untuk itu, ia berharap agar Dewan Pers merekomendasikan agar adanya tindak pidana untuk Majalah Tempo.

“Jadi kami berterima kasih kepada Dewan Pers, sudah menerima laporan kami, dengan demikian kami berharap Dewan Pers itu merekomendasikan adanya tindak pidana atas media Tempo edisi Senin 10-16 Juni karena isi beritanya menghakimi Tim mawar,” ujar Herdiansyah di kantor Dewan Pers, Selasa (11/6).

Sementara, Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri Bangun menyebut pihaknya akan segera memeriksa pemberitaan Majalah Tempo sebagai sebuah produk jurnalistik. Apabila nantinya ditemukan pelanggaran, pihaknya akan segera memeriksanya.

“Dewan pers akan segera memeriksa produk jurnalistik ini. Perlu kami tekankan bahwa sesuai dengan UU no 40 tahun 1999, maka apabila ada produk jurnalistik yang dianggap merugikan maka Dewan Pers akan memeriksanya,” ujar Hendri.

Lebih jauh, Hendri menyebut pihaknya akan memanggil pihak pelapor dan terlapor pada hari Selasa 18 Juni 2019. Nantinya, akan digelar klarifikasi dari kedua belah pihak. “Jadi, kami sudah merencanakan memanggil pengadu dalam hal ini Pak Chairawan dan majalah Tempo pada Selasa mendatang,” ungkapnya.

Jadi, Pak Chairawan dan kuasa hukumnya akan kami klarifikasi dengan lebih lengkap pada hari Selasa mendatang. Begitu juga klarifikasi dengan Majalah Tempo. Perlu kami tekankan di sini, sesuai dengan UU pers maka hukuman yang diberikan kepada media yang produk jurnalistiknya melanggar kode etik adalah berupa sanksi etis sifatnya,” tambah Hendri.

Diketahui, dalam laporan Majalah Tempo edisi 10-16 Juni 2019 menyebutkan mantan anggota Tim Mawar yang terlibat penculikan aktivis 1998, Fauka Noor Farid diduga terlibat di balik aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan 22 Mei.

Fauka adalah mantan anak buah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Dugaan keterlibatan Fauka di balik kerusuhan 22 Mei itu diungkap dalam laporan Majalah Tempo edisi 10 Juni 2019 bertajuk ‘Tim Mawar dan Rusuh Sarinah’.

Penelusuran tim Majalah Tempo disebutkan Fauka ditengarai berada di kawasan Sarinah depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI saat peristiwa kerusuhan 22 Mei terjadi.

Selain itu, terdapat pula sebuah transkrip percakapan yang mengungkap kalau Fauka beberapa kali melakukan komunikasi dengan Ketua Umum Baladhika Indonesia Jaya, Dahlia Zein tentang kerusuhan yang terjadi di sekitar kawasan Bawaslu. *sc