Jakarta-Intainews.com:Sebagaimana di publikasikan sebelumnya dari kerusuhan aksi massa 21-22 Mei 2019, ditemukan ambulans berlambang salah satu partai berisi batu dan benda-benda keras dan benda tajam lainnya.

Aparat kepolisian meringkus tiga orang terkait temuan mobil ambulans milik Partai Gerindra yang membawa batu amunisi kerusuhan 22 Mei di Jalan Sabang, Jakarta Pusat (foto). Mobil tersebut dikirim ke Jakarta untuk mendukung aksi di gedung Bawaslu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisiaris Besar Argo Yuwono mengatakan, ambulans tersebut dikirim atas perintah ketua Dewan Pengurus Cabang Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Intinya ada perintah dari ketua DPC, mereka bertiga itu berangkat ke Jakarta,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Kamis 23 Mei 2019,” kepada wartawan. Ia juga membenarkan ambulans itu merupakan milik partai besutan Prabowo Subianto. Argo mengatakan, ketiga terangka langsung ditangkap di kawasan Sabang, Jakarta Pusat.

Ketiga orang yang ditangkap ialah Yayan (59), Obby (33) dan IsH (70). Mereka berangkat dari Tasikmalaya, Selasa (21/5) pukul 20.00 WIB. Saat itu, mobil dikemudikan tersangka Yan.

Setelah diperiksa, mobil tersebut sudah dipersiapkan untuk membantu seandainya ada korban berjatuhan dalam aksi di Bawaslu. Argo menerangkan, tersangka IsH merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra. Sementara, Obby Wakil Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya.

“Bertiga menggunakan mobil ambulans berangkat ke Jakarta karena ada instruksi sesuai keterangan tersangka diperintahkan untuk berangkat ke Jakarta,” jelasnya.
Setibanya di Jakarta, tepat di kawasan HOS Tjokroaminoto, dua orang asal Riau menumpang di ambulans. Keduanya ialah Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro.

“Setelah kami cek ternyata simpatisan, dia bukan pengurus tapi simpatisan,” katanya. Pukul 04.00 WIB, mereka langsung bergegas menuju gedung Bawaslu untuk menghampiri massa aksi. Namun, ada saksi yang melihat massa aksi yang mengambil batu di mobil tersebut. *sc