Polsek Sampangan Madura, dibakar massa aksi

Korban Meninggal 6 orang, 177 Luka-luka, 257 jadi tersangka, Polsek Dibakar. Polisi sita barang bukti, batu, clurit, uang dalam banyak amplop isinya ada Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, bertuliskan nama-nama yang dituju. Juga uang diduga dana operasional sekitar Rp 8 juta dan USD 2.700.

Jakarta-Intainews.com:Drama kerusuhan yang disiarkan luas di berbagai media elektronik, media online dan media cetak dapat disaksikan hampir seluruh rakyat Indonesia secara bersamaan.

Massa aksi nyaris tanpa orasi membuat kerusuhan sejak Rabu (22/5) sore hingga malam saat berkerumun di depan gedung Bawaslu. Disertai cahaya dan rentetan ledakan petasan kedang ke atas, sekali-selai di arahkan ke petugas di Jalan MH Thamrin, Jakarta,

Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019, berulangkali dilakukan perjanjian bersama dengan petugas untuk mengakhiri aksi setelah liwat pukul 18.00 WIB sebagaimana ketentuan Undang-Undang.

Massa aksi baru berangsur meninggalkan kawasan Jalan Wahid Hasyim setelah kumandang adzan Shalat Subuh, Kamis 23 Mei 2019. Berangsur-angsur ribuan massa meninggalkan kawasan depan Kantor Bwaslu Jakarta.

Berjalan pulang di antara ledakan mercon. Foto Istimewa

Informasi diHimpun Intainews.com hingga Kamis 23 Mei 2019, korban meninggal enam orang sebagaimana dijelaskan Gubernur DKI Anies Baswedan. Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menetapkan sementara 257 tersangka terkait kerusuhan yang terjadi.

Mereka yang ditangkap merupakan pelaku penyerangan asrama polisi hingga provokator kericuhan,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Rabu (22/5).

Menurutnya, polisi menyita barang bukti, batu, clurit, uang dalam banyak amplop yang isinya ada Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu, bertuliskan nama-nama yang dituju. Juga uang diduga dana operasional sekitar Rp 8 juta dan USD 2.700.

Dijelaskannya, polisi juga mengantongi rekaman pembicaraan aktor kerusuhan dengan pengunjuk rasa. Juga didapati ambulans berlambang partai, berisikan busur panah batu, clurit dan alat kekerasan lainnya.

Aksi massa rusuh di depan Kantor Bawaslu, Jakarta. Suasana tegang terus antara petugas dan para aksi massa. Foto Istimewa

Para tersangka ditangkap di tiga lokasi kericuhan yaitu di Bawaslu 72 tersangka, Petemburan 156 tersangka dan Gambir 29 tersangka. Jumlah tersebut masih bisa bertambah karena aksi masih tetap terjadi di sejumlah titik dan polisi masih terus melakukan investigasi.

“Jadi ini sudah ada yang nyuruh, kerusuhan ini sudah di-setting,” ujar Argo. Dan menambahkan ratusan tersangka merupakan perusuh, provokator hingga pihak yang membagikan uang operasional bagi massa. Sebagian besar datang dari luar Jakarta.

Biaya Pengobatan Ditanggung BPJS

Sementara itu Rumah Sakit Budi Kemuliaan hingga Kamis dini hari (23/5) telah menerima sebanyak 177 korban dari aksi 22 Mei yang berujung ricuh. “Tidak ada yang rawat inap, ada tiga korban serius, tapi telah dirujuk ke rumah sakit lain, seperti RS Tarakan dan RSCM,” ujar Direktur Pelayanan Medis RS Budi Kemuliaan Muhammad Rifky di Jakarta, Kamis dini hari.

Ia merinci, tiga korban serius itu satu dia mengalami luka di bagian mata sebelah kanan akibat benda tumpul, satu korban lagi juga terkena luka serius di bagian mata akibat gas air mata.

“Ada satu korban meninggal dunia kemarin pagi (Rabu 22/5) bernama Farhan asal Depok, yang juga dirujuk ke RSCM,” kata dia. Rifki menyebutkan, biaya pengobatan korban dari aksi demo 22 Mei ditanggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kantor Polsek Sampang Dibakar

Selain itu di hari kersuhan yang sama Rabu (22/5), Kantor Polsek Tambelangan, Sampang, Madura Jawa Timur dibakar massa hingga ludes. “Insiden pembakaran berlangsung Rabu malam sekitar pukul 22.00 WIB,” kata warga, Kamis (23/5) pagi.

Syamsul yang juga anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) Tambelangan menuturkan, kejadian itu berawal dari adanya sekelompok massa yang datang secara tiba-tiba ke kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang.

Massa melempari kantor mapolsek dengan menggunakan batu. Polisi berupaya memberikan pengertian dan melarang mereka berbuat anarkis namun tidak diindahkan.

Dalam hitungan menit, jumlah massa semakin banyak dan semakin beringas hingga akhirnya terjadi pembakaran. Pemadam kebakaran sempat datang ke lokasi kejadian, akhirnya kembali karena diancam oleh massa. *Inc-17-Inc-04