Puan Maharani-Cak Imin-Airlangga. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Muhaimin Iskandar menyebut, “insya Allah saya ketua MPR.” Muhaimin percaya diri suara partainya, PKB, akan memperoleh 60 kursi di DPR. Informasi dihimpun Intainews.com, Senin 20 Mei 2019, sementara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terang-terangan meminta izin agar kadernya yang menduduki posisi Ketua MPR.

Airlangga merasa wajar jika jabatan Ketua MPR diberikan kepada Golkar. Sebab, partai berlambang beringin itu meraih suara kedua terbanyak di pileg setelah PDIP, ketimbang PKB. “Sehingga tentunya amat wajar, seizin Pak Muhaimin Iskandar, apabila nanti Ketua MPR dipilih dalam sistem paket,” sebut Airlangga.

Paket Koalisi Indonesia Kerja, tuturnya, wajar juga mengusung paket dengan Ketua (MPR) dari Partai Golkar. Hal itu dikatakannya saat buka puasa bersama dihadiri Jokowi dan Cak Imin di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu 19 Mei 2019.

Jokowi, langsung merespons kode Airlangga dan Cak Imin. Kepada wartawan, Jokowi memaklumi keinginan keduanya dan menganggap hal itu merupakan keinginan yang wajar.

Jokowi dan Ibu Iriana saat kampanye. Foto istimewa

“Kode? Belum ada kode, ya, saya kira sebagai pemenang yang kedua, ya, wajar,” kata Jokowi. Capres 01 itu belum bisa memutuskan sikapnya dalam mendukung salah satu dari kedua partai tersebut.

Jokowi memaklumi keinginan Airlangga dan menganggap hal itu merupakan keinginan yang wajar. Sebab, dalam Pileg 2019, sudah bisa diprediksi bahwa partai berlambang pohon beringin ini menempati urutan kedua setelah PDIP.

Namun, Ketum PKB Muhaimin Iskandar sudah mengincarnya lebih dulu. Untuk saat ini, Jokowi belum bisa memutuskan sikapnya dalam mendukung salah satu dari kedua partai tersebut. “Semua menginginkan wajar juga,” kelakar Jokowi.

Sementara untuk posisi ketua DPR, mereka semua sepakat menjadi kewenangan dari partai pemenang pemilu pertama, yaitu PDIP. Puan mahari malah lebih berpeluang jadi Ketua DPR. *Inc-17