Nisel-Intainews.com:Warga Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan (Nisel), Sumatera Utara memblokir jalan karena protes rekomendasi Bawaslu agar dilakukan penghitungan ulang di Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan (foto).

Pemblokiran jalan yang dilakukan ratusan warga dilakukan dengan memalang jalan lintas di Desa Hilisataro, Kecamatan Toma dengan batang pohon kelapa dan dump truk hingga pengguna jalan tidak bisa lewat, Selasa 14 Mei 2019.

Suhertinus Dachi, Ketua Pospera Kabupaten Bias Selatan memberitahu, warga memblokir jalan karena menolak rekomendasi Bawaslu Nias Selatan agar dilakukan penghitungan ulang surat suara Kecamatan Toma, Kabupaten Nias Selatan.

Masyarakat menuding ada unsur politik dalam rekomendasi Bawaslu dan menuding Bawaslu tebang pilih. “Masyarakat protes, dan jika dilakukan penghitungan ulang di Kecamatan Toma, maka harus juga dilakukan penghitungan ulang di semua kecamatan yang ada di daerah pemilihan V Nias Selatan,” ucapnya.

Masyarakat memasang spanduk

Kepada media, Suhertinus memberitahu bahwa ada banyak kecurangan yang ditemukan hampir di semua kecamatan yang ada di Nias Selatan, dimana kecurangan yang terjadi adalah pencoblosan massal yang dilakukan oleh pihak pihak tertentu.

Dia berharap Komisi Pemilihan Umum dan Bawaslu Sumatera Utara bersikap arif dan bijaksana terkait kecurangan pemilu di Nias Selatan, dan meminta agar tuntutan masyarakat Nias Selatan dapat dikabulkan dengan dilakukannya perhitungan ulang di Kabupaten Nias Selatan dan bukan hanya di kecamatan kecamatan tertentu.

Philipus F Sarumaha yang dihubungi wartawan pada hari yang sama
membenarkan ada aksi blokir jalan oleh warga kecamatan Toma akibat protes atas rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu.

“Kami sudah dengar aksi blokir jalan oleh warga akibat protes atas rekomendasi yang telah kita layangkan kepada KPU agar dilakukan penghitungan ulang hari ini di Kecamatan Toma,” ujarnya. *Inc-12