Muhammad Wahyudi Panjaitan: Sudah dilapor ke Bawaslu

Kisaran-Intainews.com:Elemen masyarakat ILAJ, sangat berharap, Bawaslu Sumut jangan tinggal diam dengan dugaan penggelembungan suara yang dapat mencemarkan demokrasi in. Penggelembungan sangat berdampak negatif kepada salah satu calon..

“Jika temuan dugaan penggelembungan suara di Asahan ini tidak diindahkan, tidak menutup kemungkinan kita akan terus berusaha agar persoalan ini tidak menjadi laten buruk bagi demokrasi kita di Indonesia,” tutup Fawer Full Fander Sihite.

Pasalnya, pemilu serentak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara 17 April 2019, disinyalir terjadi kecurangan yang dilakukan oleh penyelenggara, diduga untuk menguntungkan salah satu calon.

Informasi dihimpun Intainews.com, Jumat 10 Mei 2019, kecurangan tersebut pertama kali diketahui salah satu Calon Legislatif DPR RI dari Partai Golkar. Berawal dari Formulir C1 yang dikumpulkan Caleg ada perbedaan dengan Formulir DA1.

Warga Dusun II, Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Asahan, Muhammad Wahyudi Panjaitan menyebutkan ia sudah melaporkan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh oknum penyelenggara pemilu ke Bawaslu Asahan, Kamis (5/ 5/).

Laporan kecurangan itu diterima petugas Bawaslu Asahan Boby Nugro. Dikatakannya laporan diambil alih Bawaslu Sumut, karena saat ini tahapan perhitungan suara sedang berlangsung di KPU Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Kita sudah melakukan perhitungan rekapitulasi atas C1 dan DA1 di 21 Kecamatan di Kabupaten Asahan. Dari hasil penggelembungan suara itu kami menduga salah satu calon yang diuntungkan ADK dengan penggelembungan sebanyak 1550 suara,” kata Wahyudi..

Ia menuturkan, temuan terjadi pada 20 April 2019 saat pihaknya mendapatkan Formulir C1. “Sejak kami mendapatkan C1 kami melakukan rekapitulasi dan setelah kami bandingkan dengan DA1 ternyata ada selisih yang cukup signifikan.

Saat itu dia melaporkan seluruh PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Asahan karena diduga terlibat dalam ‘permainan’ ini,” ungkapnya Kamis (9/5) siang.

Dikatakannya, di beberapa daerah Dapil Sumut III salah satunya Kabupaten Asahan Anthon Sihombing menemukan temuan kecurangan di hampir seluruh TPS. Kecurangan diduga melakukan penggelebungan suara. Anton Sihombing menduga permasalahan ini terjadi hampir di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Asahan.

Terpisah, Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) Fawer Full Fander Sihite, yang mengamati proses pemilihan pada 17 April 2019, juga menyebutkan diduga ada upaya pengelembungan suara kepada salah satu calon DPR RI di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai. *Inc-10