Medan-Intainews.com:Hari ke-7 Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Perhitungan Suara pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Medan tahun 2019 yang berlangsung hingga Rabu malam 8 Mei 2019, pasangan calon (paslon) Presiden-Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandi unggul (foto).

Total hasil perolehan semenrara dari 13 kecamatan di Medan, Prabowo-Sandi mendulang 325.644 suara 3. Sementara Jokowi-Ma’ruf di 6 hari berturut-turut sempat memimpin, kini tertinggal dengan perolehan 317.032 suara.

Tiga kecamatan yakni Medan Amplas. Medan Deli dan Medan Timur hasil rapat pleno di Hotel Grand Inna Medan secara signifikan mendongkrak pundi-pundi suara paslon nomor urut 02 sekaligus ‘menyalip’ paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara parpol untuk Kecamatan Medan Amplas dan Medan Deli sempat diwarnai protes saksi dari Partai Perindo dan Golkar. Hanya saja keberatan saksi Partai Perindo sementara kurang diakomodir karena tidak membawa data pembanding (Formulir C1).

Saksi Perindo bahkan mengultimatum akan menyampaikan keberatan ke rapat pleno terbuka di KPU Sumut bahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Unsur Bawaslu Medan dalam kesempatan tersebut mengingatkan penyelenggara pemilu baik itu PPK Medan Amplas dan KPU Kota Medan teliti dalam menginput data agar tidak ada peserta pemilu yang dirugikan.

Protes soal input data serupa juga berlangsung pada rekapitulasi perhitungan suara di Kecamatan Medan Deli, namun tidak berlangsung alot. Keberatan kali ini diusung saksi dari Partai Gerindra.

Atas saran Bawaslu Kota Medan, kotak suara berisi Formulir DAA1 pun dibuka. Setelah dikonfrontir dengan PPK Medan Deli, katanya, sudah diselesaikan di tingkat kelurahan. Namun hal itu harus dikuatkan dengan paraf menerangkan adanya perbaikan input data. *Inc-03