Ray Rangkuti. Foto Istimewa

Jakarta-Intainews.com:Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, berbagai manuver yang dilakukan oleh partai anggota koalisi adil makmur, menunjukkan ada upaya meninggalkan Gerindra yang masih larut dalam klaim-klaim kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut pandangan Ray Rangkuti terkait suasana politik saat ini, Ray, manuver Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan bertemu Jokowi, lalu Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga bertemu dengan Jokowi, dan hingga kini ada pernyataan politikus PKS Mardani Ali Sera soal kampanye #2019gantipresiden telah usai.

“Apa yang terjadi di barisan 02 ini? Barisan ini mulai tidak kompak. Tiga dari empat partai resmi pendukung 02 seolah mengambil jalan berbeda dengan BPN. Lebih khusus lagi dengan Gerindra dan barisan ulama pendukung pasangan 02,” ujar Ray Rangkuti Senin, 6 Mei 2019.

Rangkuti menilai, Demokrat, PKS, dan PAN seperti lebih memilih jalan menunda klaim kemenangan Prabowo-Sandi. Mereka juga terlihat tidak banyak mengkritik hasil situng KPU, yang diklaim 02 banyak kejanggalan.

“Sekalipun secara legal, koalisi ini masih berlaku, tetapi secara faktual, mereka nampaknya telah mencari jalan sendiri-sendiri, meninggalkan Gerindra dan barisan ulama pendukung 02 pada keyakinan kemenangan mereka,” ujar Rangkuti.
Tindakan ini, ucap Rangkuti, juga menyiratkan ketidakyakinan akan klaim kemenangan yang sebelumnya mereka dengungkan.

Sampai saat ini, memang Gerindra yang kencang mengkritik KPU. Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sampai menyambangi kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk melaporkan KPU atas dugaan kesalahan administrasi pada Kamis, 2 Mei 2019.

Keesokan harinya, giliran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyambangi kantor KPU untuk mendesak penghentian Situng KPU untuk sementara.

Terkait dengan koalisi pendukung Prabowo, Sufmi sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya meyakini koalisi masih tetap solid. Hal itu disampaikan setelah adanya pertemuan AHY dengan Jokowi.

“Kami masih yakin dan percaya bahwa Partai Demokrat dan partai koalisi lain masih tetap solid bersama Koalisi Adil Makmur,” ujar Dasco di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (2/5 2019).

Menurut Dasco, pihaknya tidak bisa melarang pertemuan dari partai koalisi dengan pemerintah. Namun, dia tetap percaya partai politik di Koalisi Adil Makmur masih solid walaupun beberapa pimpinan partai tersebut mengadakan pertemuan dengan Jokowi. “Karena ini kan politik, dinamis dan itu hak politik dari masing-masing partai politik,” katanya. *Tpc