Siantar-Intainews.com:Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, sedikit grogi dan butuh waktu saat menghitung logistik Pemilu (foto).

Kondisi tersebut terjadi saat simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019, di Lapangan Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu 13 April 2019. Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pematangsiantar, Gina Ruthefefiliana Ginting mengakui hal tersebut.

“Karena ini simulasi, KPPS kita sedikit grogi ya. Sejauh ini kendala belum kita temui. Tapi memang pada awal TPS dibuka, KPPS memerlukan waktu yang dalam penghitungan logistik,” ungkap Gina. Menurut Gina, simulasi yang dilaksanakan oleh KPU Pematangsiantar ini sama persis dengan kondisi pada hari H Pemilu nantinya, Rabu (17/4).

“Simulasi digelar dengan mengundang 280 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dipakai untuk simulasi ini warga sekitar. Logistiknya sudah menyesuaikan. TPS juga di-setting sesuai keadaan ril seperti pada hari H,” terang Gina.

Adapun tujuan simulasi ini untuk memeroleh dan menggali sebanyak-banyaknya hal-hal yang sekiranya nanti menjadi permasalahan di TPS pada hari H. Simulasi pemungutan suara dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Dilanjutkan penghitungan suara, dan diakhiri membagikan formulir C dan C1 kepada para petugas KKPS dan saksi.

Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar Leonardo Simanjuntak SH MHum mengatakan, dengan diadakan simulasi, dapat diaplikasikan saat berlangsungnya Pemilu sebenarnya. Ia mengharapkan masyarakat Pematangsiantar agar berbondong-bondong datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya.

“Jangan golput agar sistem pemerintahan kita berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya. Turut hadir di acara simulasi yakni dari DPRD Pematangsiantar, perwakilan parpol, polisi serta masyarakat. *Inc-01