Gunungsitoli-Intainews.com:Daftar Pemilih Tambahan tahap kedua (Dptb2) di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara ditetapkan sebanyak 823 jiwa oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara. Dptb2 Kota Gunungsitoli ditetapkan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan dptb2 Kota Gunungsitoli tahun 2019 di Grand Kartika Resto, Kota Gunungsitoli, Rabu 20 Maret 2019 (foto).

Pada rapat pleno, Ketua KPU Kota Gunungsitoli Firman Gea memberitahu jika dari 823 jiwa Dptb2, ada sebanyak 217 jiwa pemilih yang masuk dan 606 jiwa pemilih yang keluar atau memilih di daerah lain. “Pemilih yang keluar lebih banyak dari pemilih yang masuk, sehingga jumlah pemilih di Kota Gunungsitoli berkurang dari 87.869 pemilih menjadi 87.550 pemilih,” terangnya.

Dia memastikan jika hasil Dptb2 yang ditetapkan telah terkonfirmasi dengan daerah asal atau tujuan pemilih yang pindah, sebab yang ditetapkan hanya hasil yang sudah terkonfirmasi dan jumlah diluar sistim belum bisa dipastikan.

“Sebagian besar pemilih yang keluar atau pindah memilih kita peroleh info kaalu alasan pindah memilih karena tugas belajar atau kuliah dan bekerja di perkebunan,” ungkapnya. Ketua KPU Kota Gunungsitoli berharap dptb2 yang telah ditetapkan hari ini adalah dptb akhir, dan tidak ada lagi dptb3 atau dptb selanjutnya. Tidak lupa dia meminta dukungan kepada semua pimpinan partai politik, media dan bawaslu agar bisa bekerja dengan baik pada hari H.

Sebelumnya komisioner Bawaslu Kota Gunungsitoli Goozisokhi Zega meminta penegasan dari KPU Kota Gunungsitoli jumlah rill Dptb2, sebab menurut dia waktu penerimaan atau pendaftaran pemilih yang keluar dan masuk sudah berakhir pada 17 Maret 2017.

“Waktu pendaftaran pemilih pindahan atau tambahan sudah berakhir 17 Maret 2019 yang lalu, kita minta hari ini ditetapkan Dptb2 dan tidak ada lagi Dptb selanjutnya,” tegasnya. Walikota Gunungsitoli melalui kepala badan kesatuan bangsa dan politik Kota Gunungsitoli Firman Lase sebelumnya juga mengakui jika tahapan pemilu di Kota Gunungsitoli sudah terlaksana dengan baik.

Semua bisa terjadi menurut dia karena kerjasama yang baik antara kpu dengan pemerintah, bawaslu dan stake holder lainnya. “Saya ajak kita semua yang hadir di tempat ini untuk memberikan saran dan pendapat agar pemilu serentak tahun 2019 sukses, karena pemilu tahun ini adalah pemilu yang paling rumit dan sulit,” ajaknya.*Inc-12