Bupati Soekirman (kanan) di acara sarasehan 33 Bitra di Sergai

Sergai-Intainews.com:Bupati Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara Ir Soekirman membuka Saresahan 33 Bitra dengan tema ‘Membangun Peradaban Bersama Rakyat Melalui Implementasi Nilai-nilai dalam Cakupan Inklusi Sosial, di Dusun II Desa Besar II Terjun Kecamatan Pantai Cermin, Rabu 13 Maret 2019.

Sarasehan dihadiri Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman, Kapolres Sergai diwakili, Dandim 02/04 Deliserdang diwakili, Camat Pantai Cermin Benny Saragih, Direktur Pusaka Indonesia, Ketua Badan Pembina BITRA Indonesia Wahyudi serta ratusan anggota BITRA Indonesia.

Pada sambutannya Bupati Sergai Ir H Soekirman mengatakan, hari ini bertepatan dengan 37 tahun yang lalu dirinya beserta istri resmi menjadi suami dan istri. Dia juga mengucapkan selamat atas sarasehan yang ke -33 yayasan BITRA Indonesia.

“Saya ingat saat itu, Yayasan Bitra Indonesia seperti halnya perahu kecil yang menghadapi berbagai macam badai, karang serta tantangan lain yang tengah dihadapi, hingga kini kami dapat melewatinya,” katanya yag ikut mendirikan Bitra.

Soekirman menjelaskan, beragam keberhasilan Bitra Indonesia dalam membina masyarakat marginal. “ Ini membuat saya semakin yakin di sarasehan yang ke 33 ini mampu menjadikan kita sebagai umat manusia bermanfaat bagi orang banyak,” ungkapnya.

Kembali Bupati Sergai mengingatkan, Indonesia merupakan negara yang kaya akan perbedaan, namun perbedaan tersebut bukanlah penghambat dalam menuju tujuan negara, akan tetapi merupakan peluang dan kekuatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang dicita-citakan, sebagai mana yang tercantum pada Pancasila.

“Inklusi Sosial dipahami sebagai sebuah upaya penting yang dapat mendorong keadilan dan kebersamaan dalam pembangunan nasional. melalui inklusi sosial ini maka setiap masyarakat dapat memberikan kontribusinya terhadap kemajuan negeri,” tukas Soekirman.

Inklusi sosial, tuturnya, setidaknya mencakup 3 bidang besar yang saling berkaitan yaitu pendidikan, sosial-budaya dan ekonomi. Dari ketiga bidang tersebut, peningkatan pendidikan merupakan prioritas yang paling mendesak karena dengan pendidikan anak dan remaja marginal bisa terbebas dari belenggu keterbelakangan. *Inc-14