Gunungsitoli-Intainews.com:Komisi Pemilihan Umum Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara menggelar rapat kordinasi penyusunan daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih tambahan (DPTb) untuk pemilihan umum yang akan digelar 17 April 2019 (foto).

“Tujuan rapat koordinasi adalah untuk memastikan hak memilih setiap warga negara Indonesia, khusus di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara,” jelas Ketua KPU Kota Gunungsitoli Firman Gea saat membuka rakor di grand kartika resto, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin 11 Februari 2019.

Ketua KPU memberitahu, daftar pemilih tetap hasil perubahan (DPTbhp) kedua telah ditetapkan, tetapi KPU Kota Gunungsitoli masih diberi kesempatan untuk melakukan pendaftaran bagi warga yang belum terdaftar sampai tanggal 18 Maret 2019.

“Kita tetap melakukan pendaftaran hingga tanggal 18 Maret 2019 karena terkait persiapan logistik pada pemilu yang akan digelar April mendatang, ” terangnya. Pemilih yang didaftarkan sampai tanggal 18 Maret 2019 akan dimasukkan ke dalam DPK dan DPTb, sehingga jumlah pemilih di Kota Gunungsitoli kelak pada pemilu 2019 adalah hasil akumulasi dari DPT, DPK dan DPTb.

Tidak lupa dia mengungkapkan, jika ada warga yang pindah memilih dari Provinsi lain di luar Sumatera Utara ke Kota Gunungsitoli, maka surat suara yang diberikan kepada warga tersebut saat pemilihan di tempat pemungutan suara (TPS) hanya surat suara untuk pemilihan presiden.

Jika warga pindah memilih dari kota Medan ke Kota Gunungsitoli, maka pada pemilu warga tersebut hanya diberikan kertas suara untuk pemilihan DPD RI dan Presiden di TPS. Sedangkan warga yang pindah memilih dari Kabupaten lain atau dapil lain di Kepulauan Nias ke Kota Gunungsitoli, maka warga tersebut hanya diberikan kertas suara untuk pemilihan Presiden, DPD RI, DPR RI dan DPRD Provinsi di TPS.

“Pembatasan pemberian kertas suara kepada warga yang pindah memilih dari satu daerah ke daerah lain karena sesuatu hal bertujuan untuk mencegah mobilisasi masyarakat,” jelasnya. Di tempat yang sama komisioner KPU Gunungsitoli Yuliman Berkat Harefa memberitahu jika target partisipasi pemilih pada pemilu 2019 adalah sebesar 77 – 78 persen.

Untuk melindungi hak pilih masyarakat yang telah memenuhi syarat, KPU menggelar rapat kordinasi untuk mempermudah seluruh warga negara untuk menggunakan hak pilih di TPS, sehingga tidak terkesan pemilu mempersulit.

Menghasilkan DPT akurat, muktahir dan dapat dipertanghungjwabkan, menyelaraskan kebutuhan pelayanan penyelenggaraan pemilu, mewujutkan pemilu yang berintegritas, aman, nyaman dan dan lancar

“Rapat koordinasi tidak akan mengurangi atau menambah dpthp2 yang sudah ditetapkan, dan jumlah DPTHb 2 kota Gunungsitoli yang telah ditetapkan sebelumnya adalah 87.869 pemilih, ” ungkapnya. *In-12