Wagubsu saat beri keterangan soal PT Alam.

Catatan Intainews.com

Medan:Rumah di Komplek Cemara Asri Jalan Cemara-Jalan Boulevard Raya, Medan Estate, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, digeledah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Itu rumah adiknya wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), rumahnya Musa Edishah alias MIS alias Dody Shah. Begitu kata warga yang berkerumun ingin tahu, apa gerangan yang terjadi, Rabu (30/1). Informasi dihimpun Intainews.com hingga Jumat 1 Februari 2019, setelah menggeladah di Komplek Cemara Asri Jalan Cemara-Jalan Boulevard Raya, Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Poldasu menuju kantor PT ALAM.

Di kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) di Jalan Seideli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan. Kedatangan personel kepolisan bersenjata laras panjang membuat aktivitas perkantoran mendadak berhenti.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana yang ditanya wartawan tidak memberi ketrangan. Tetapi Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penggeledahan terkait dugaan alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan sawit di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

“Penggeledahan dilakukan setelah sebelumnya Polda Sumut mengamankan Dody Shah pada Selasa (29/1). Adik kandung Wagubsu Musa Rajeckshah itu diamankan polisi karena dua kali tidak memenuhi panggilan,” kata Dirsan kepada wartawan.

Seterusnya Poldasu resmi menetapkan Direktur PT ALAM, Musa Edishah sebagai tersangka dalam kasus dugaan alih fungsi lahan hutan lindung menjadi perkebunan sawit di Langkat. Status Musa Edishah alias Dodi dijelaskan oleh orang nomor dua di Sumut Musa Rajeckshah saat ditemui wartawan di depan kantornya, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (31/1) sore.

Saat PT ALAM digeledah personel Poldasu, Foto Istimewa

“Posisi saya di sini sebagai Wakil Gubernur. Saja nggak bisa bicara mengenai hal itu. Tanya saja kepada PT ALAM langsung,” jawab Musa Rajeckshah yang sering disapa Ijeck. Namun ia membenarkan bahwa dirinya dulu pernah menjadi pemimpin di perusahaan tersebut. “Pernah, dulu sudah lama, sekarang sudah nggak lagi,” katanya.

Menurut Ijeck, dia sendiri akan kooperatif mengikuti aturan hukum yang berlaku, bila kelak dimintai keterangan. “Kita akan ikuti aturan hukum,” ungkapnnya di akhir keterangannya kepada wartawan lokal maupun nasional.

Dari Ijeck diketahui, kalau Kementerian Kehutanan sudah menetapkan, di lokasi sana banyak lokasi perkebunan. Tidak hanya PT ALAM, banyak perkebunan masyarakat. “Kalau memang mau diberlakuan secara hukum harusnya yang merata dibuat. Kenapa mesti muncul satu perusahaan saja,” ujarnya dan meningalkan wartawan.

Sebagaimana informasi dihimpun, Komisaris PT ALAM Anif Shah yang merupakan ayah dari Dodyshah melakukan penanaman perdana replanting bibit kelapa sawit di areal Koperasi Unit Desa Rahmat Tani (KUD RATA) seluas 1.245 hektar.

Letaknya di Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat pada 2013. Direktur Utama PT ALAM adalah Musa Rajeckshah. Anif Shah dan keluarganya cukup terkenal di Sumatera Utara bisnis mereka meliputi perkebunan dan pabrik kelapa sawit, properti, kompos, SPBU, sarang burung walet, dan mengelola limbah CPO.

Anif mulai dikenal sejak sukses membangun perumahan mewah di Medan yaitu Kompleks Cemara Asri dan Cemara Abadi yang luasnya mencapai 300-an hektare. Sementara bisnis perkebunan sawit dimulainya pada 1982 saat komoditi ini belum menjadi primadona dan harga tanah masih sangat murah.

Perkebunan perdana dibuka di Kabupaten Langkat, lalu berkembang mulai ke Kabupaten Deliserdang, Mandailing Natal, dan Riau. Kini diperkirakan luasnya mencapai 30.000 hektar lebih. Nah, di Kabupaten Langkat, perkebunan yang dikelola PT ALAM diduga masuk ke dalam zona rehabiltasi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Ini yang kemudian menjadi persoalan, hutan negara yang dilindungi ini terus mengalami ancaman dan kerusakan mulai dari musnahnya tumbuhan dan satwa dilindungi, perambahan, illegal logging, serta perubahan fungsi hutan menjadi perladangan, perkebunan sawit, dan permukiman. *Inc-03